
Ketum PBNU Gus Yahya menyatakan sudah lama tidak berkomunikasi dengan Sekjennya, Gus Ipul, saat memberi keterangan pada wartawan di Surabaya, Minggu (23/11). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan bahwa para kiai sepuh NU akan menjadwalkan pertemuan lebih besar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pertemuan itu nantinya akan menjadi ruang musyawarah untuk mencari jalan keluar atas polemik PBNU yang berkembang.
"Dan insyaallah nanti akan digelar pertemuan yang lebih luas dengan menghadirkan para kiai sepuh lebih banyak dan juga unsur-unsur kepemimpinan dalam lingkungan Nahdatul Ulama yang akan dituan rumahi oleh Pesantren Lirboyo di Kediri," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung Pusat PBNU, Jakarta, Minggu (23/11) malam.
Meski begitu, Gus Yahya belum menyebutkan kapan acara para kiai sepuh di Ponpes Lirboyo itu akan digelar. Namun, ia memastikan helatan itu akan digelar tidak lama lagi untuk menjadi jalan keluar atas polemik yang mencuat belakangan ini.
"Insyaallah waktunya belum ditentukan tapi kesempatan atau kesepakatan diantara para kiai tadi sudah dicapai, segera tidak lama lagi akan diselenggarakan pertemuan itu. Mudah-mudahan bisa menjadi pembuka jalan keluar dari masalah yang ada sekarang," jelas Gus Yahya.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan bahwa pertemuan para kiai sepuh yang lebih besar di Ponpes Lirboyo itu nantinya menjadi bukti bahwa di dalam NU masih ada otoritas-otoritas moral yang lebih kuat.
"Di NU ini masih ada otoritas-otoritas moral yang lebih kuat, yaitu para Kiai sepuh, seperti Kiai Nurul Huda Djazuli dari Ploso, Kiai Anwar Mansur dari Lirboyo, Buya Muhtadi Dimyati dari Banten dan lain sebagainya. Maka para kiai tadi bersepakat untuk menggelar segera dalam waktu dekat ini pertemuan yang menghadirkan para sesepuh ulama Nahdlatul Ulama itu yang akan dituanrumahi oleh Pondok Pesantren Lirboyo," bebernya.
Perihal waktu, Gus Yahya memberikan sepenuhnya kepada para kiai-kiai sepuh yang hadir dalam Silaturahmi Alim Ulama di Jakarta. Namun memang untuk tempat sudah diputuskan digelar di Ponpes yang didirikan KH. Abdul Karim (alm) pada tahun 1910.
"Kita menunggu nanti bagaimana komunikasi diantara beliau-beliau untuk menetapkan waktunya, tapi tempat sudah disepakati yaitu di Pondok Pesantren Lirboyo," tukasnya.
Pada kesempatan itu juga, Katib Aam PBNU Ahmad Said Asrori memastikan tidak ada pemakzulan atau pengunduran diri secara paksa terhadap Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Tidak adanya pemakzulan terhadap Gus Yahya, menjadi salah satu hasil dari silaturahmi alim ulama yang dihadiri lebih dari 50 kiai di tanah air.
Adapun seluruh alim ulama itu juga telah sepakat bahwa kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode atau dalam Muktamar yang akan digelar pada tahun 2026 mendatang.
"Tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, semua sepakat begitu. Semua gembleng 100 persen ini," kata KH. Akhmad Said Asrori.
