Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 November 2025 | 00.22 WIB

Ada Stafsus KSAD dalam Foto Eksekusi Lahan Milik Jusuf Kalla di Makassar, TNI AD Lakukan Investigasi

Kadispenad Kolonel Infanteri Donny Pramono menyampaikan keterangan kepada awak media usai melaksanakan serah terima jabatan di Mabesad, Jakpus, pada Jumat (31/10). - Image

Kadispenad Kolonel Infanteri Donny Pramono menyampaikan keterangan kepada awak media usai melaksanakan serah terima jabatan di Mabesad, Jakpus, pada Jumat (31/10).

JawaPos.com - Persoalan eksekusi lahan milik PT Hadji Kalla terus menuai sorotan. Belakangan muncul potret yang menunjukkan salah seorang jenderal TNI AD saat eksekusi lahan perusahaan tersebut. Mabes TNI AD (Mabesad) tidak menampik hal itu. 

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Infanteri Donny Pramono, dalam foto eksekusi lahan milik perusahaan yang didirikan oleh Jusuf Kalla tersebut memang tampak seorang jenderal Angkatan Darat. Dia adalah Mayjen TNI Achmad Adipati Karna Widjaja. 

Donny menyampaikan bahwa jenderal bintang dua TNI AD itu kini bertugas sebagai staf khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Karena itu, Mabesad kini tengah melakukan penelusuran dan pendalaman atas informasi yang beredar luas di media sosial.

”Terkait dengan pemberitaan maupun tudingan yang beredar di media sosial mengenai keberadaan beliau di lokasi sengketa lahan di kawasan Tanjung Bunga, Makassar, kami sedang menelusuri dan mendalami informasi tersebut untuk memastikan duduk perkaranya secara utuh,” terang Donny kepada awak media pada Rabu (12/11).

Perwira menengah TNI AD dengan tiga kembang di pundak itu menyampaikan, pada prinsipnya setiap prajurit Angkatan Darat selalu terikat pada aturan dan kode etik militer yang menuntut sikap profesional, netral, serta tidak terlibat dalam kepentingan pribadi atau kelompok di luar tugas kedinasan. 

”Karena itu, TNI Angkatan Darat memandang penting untuk menelusuri terlebih dahulu fakta dan kronologi secara objektif sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut,” imbuhnya. 

Untuk itu, Donny meminta semua pihak menunggu hasil klarifikasi resmi yang dilakukan oleh Angkatan Darat. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan persepsi keliru terhadap institusi TNI AD secara umum. Dia memastikan, pendalaman dan penelusuran sudah berjalan. 

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) geram lantaran tanah seluas 16,4 hektar milik PT Hadji Kalla di Makassar diserobot. Dia menyatakan bahwa tanah di Jalan Metro Tanjung Bunga itu dibeli secara sah 35 tahun lalu. 

Dikutip dari pemberitaan Fajar, pada Rabu (5/11) JK mendatangi langsung lahan tersebut. Dia tidak terima ada eksekusi yang dilakukan oleh pengadilan di atas tanah milik perusahaannya. Menurut dia, selama puluhan tahun tidak pernah ada persoalan terkait lahan itu. 

”Saya sendiri yang beli dan tidak ada (pernah bermasalah). Kami tidak ada hubungan hukum dengan GMTD (PT Gowa Makassar Tourism Development), tidak. Karena yang dituntut Manyombalang. Itu penjual ikan, masa penjual ikan punya tanah seluas ini. Jadi, itu kebohongan rekayasa macam-macam. Jangan main-main di sini, di Makassar ini,” kata JK menegaskan. 

Menurut JK, praktik yang terjadi di atas lahan miliknya tidak ubahnya perampokan. Sebab, dia punya surat dan sertifikat resmi. Dia juga melihat ada kemungkinan mafia tanah yang bermain dalam persoalan tersebut. Jika didiamkan, dia khawatir persoalan serupa dialami oleh masyarakat Makassar lain. Sebab, seorang JK yang pernah menjadi wapres saja dipermainkan. 

”Kalau begini, nanti seluruh kota dia akan mainkan seperti ini, perampokan seperti ini. Kalau Hadji Kalla saja mau main-main, apalagi yang lain,” imbuhnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore