
Ilustrasi Whip Pink. (Nadia Putri Rahmani/ANTARA)
”Pemeriksaan dilakukan selama 6 jam dengan 30 pertanyaan terkait dengan penggunaan gas Whip Pink yang viral di Instagram bersama dengan APG,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso dikutip pada Sabtu (6/6).
Berdasar hasil pemeriksaan tersebut, ZNM mengaku kepada petugas kepolisian. Dia sudah menggunakan Whip Punk di Bali bersama teman-temannya saat berlibur. Sementara lokasi pembelian produk yang sering disebut sebagai gas tawa itu dilakukan di Jakarta dan Makassar.
”Motif (ZNM melakukan) pembelian diberitahu teman dan karena penasaran,” ungkap Brigjen Eko.
Setelah menggunakan Whip Pink, ZNM mengaku merasakan efek samping berupa sakit kepala dan nge-fly. Namun, dia juga mengatakan bahwa seorang temannya yang ikut menggunakan Whip Pink sampai mengalami efek yang berbahaya berupa kelumpuhan.
”Satu orang teman (ZNM) yang sama-sama menggunakan juga ada yang mengalami lumpuh sementara,” ujar Eko.
Sebelumnya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah memeriksa selebgram asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial APG. Kepada penyidik, perempuan berusia 22 tahun itu mengaku menggunakan gas nitrous oxide atau N20 merk Whip Pink sejak September 2025.
Menurut Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri AKBP Al Rasyidin Fajri, pemeriksaan APG berlangsung pada Selasa malam. Berdasar pantauan di Gedung Bareskrim Polri pada Rabu (3/6), APG selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 20.30 WIB.
”Rabu tanggal 3 Juni 2026, kami telah melaksanakan pemeriksaan saksi terhadap salah seorang influencer berdomisili di Makassar dengan inisial APG, umur 22 tahun, yang sempat diduga kuat viral di salah satu platform media sosial,” kata dia kepada awak media.
Berdasar pemeriksaan tersebut, APG mengaku sudah menggunakan Whip Pink sejak September 2025. Namun, dia kemudian berhenti menggunakan barang yang kerap disebut gas tawa itu pada Januari 2026. Selama menggunakan Whip Pink, dia sudah melakukan transaksi jual beli sebanyak 15 kali.
”Yang bersangkutan telah menjelaskan bahwa sudah menggunakan ini sejak bulan September 2025 dan berhenti di bulan Januari 2026. Yang bersangkutan juga sudah melakukan pembelian selama sebanyak 15 kali dan mengaku mendapatkan efek euforia atau fly pada saat menggunakan produk tersebut,” terang dia.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
