Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Mei 2023 | 03.22 WIB

Anies Sebut SBY Lebih Banyak Membangun Jalan Umum Dibanding Jokowi

 

Bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan saat perayaan Hari Buruh di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2023). Dalam kegiatan ini dihadiri sejumlah perwakilan organisasi buruh hingga pengemudi ojek onl

 
JawaPos.com - Bakal calon presiden (Bacapres) Anies Baswedan menyebut, Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih banyak melakukan pembangunan jalan umum dibanding Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Anies mengakui pembangunan jalan tol lebih banyak terjadi di era Jokowi.
 
Anies mengatakan, 63 persen dari jalan tol berbayar di Indonesia dibangun di pemerintahan sekarang. Sedangkan, jalan tak berbayar di era Jokowi hanya terbangun 19 ribu kilometer.
 
"Bandingkan dengan zaman Pak SBY jalan yang tak berbayar adalah 144 ribu kilometer atau 7,5 kali lipat. Bila dibanding jalan nasional pemerintah ini 590 kilometer, 10 tahun sebelumnya 11 ribu kilometer. 20 kali lipat," ujar Anies saat memberikan sambutan di Milad ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5).
 
Meski begitu, Anies tidak membahas pembangunan jalan ini dari aspek mutu, standar, dan lain-lainnya. Menurutnya, kedepan perlu dipikirkan institusi dan infrastruktur yang inklusif. 
 
Menurutnya, infrastruktur yang dibangun harus dirasakan semua masyarakat. "Kita perlu pikirkan ke depan institusi dan infrastruktur yang inklusif," jelasnya.
 
Di tempat yang sama, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) menyatakan bangga karena saat memimpin pemerintahan bisa membangun jalan tol. Pembangunan ini membantu masyarakat mengurai kemacetan.
 
"Kita bangga bahwa pemerintah juga waktu saya memerintah membangun jalan tol 2600 kilometer, itu penting, kalau tidak macet waktu lebaran. Penting sekali jalankan tol," kata JK.
 
Di sisi lain, JK merasa kecewa karena masih banyak jalan yang rusak. Seperti di Lampung, Jambi, hingga Makassar. "170.000 KM jalan rusak di Indonesia. Itu data BPS," ucapnya.
 
 
"Artinya adalah orang bisa menganggap kalau mau jalan baik hanya orang mampu yang bisa jalan baik karena dia bayar. Tapi jalan rakyat yang dijalani tiap hari oleh petani kita oleh pedagang kecil oleh siapapun rusak tidak diperbaiki, itu ketidakadilan," tandas JK.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore