Keluarga Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana dan Titiek Soeharto memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Kebangsaan di Ruang Delegasi, Gedung Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Sabtu (28/9/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, menilai usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai bentuk upaya menghapus sejarah kelam pada masa Orde Baru.
Perwakilan koalisi sekaligus Direktur Eksekutif De Jure, Bhatara Ibnu Reza, mengatakan usulan tersebut bukan hal baru. Padahal, negara sudah mengakui adanya permasalahan pada rezim Soeharto.
“Kali ini pemerintah mencoba untuk menghapus sejarah itu,” kata Bhatara dalam diskusi publik di Jakarta, Rabu (5/11).
Menurut Bhatara, selama 32 tahun berkuasa, Soeharto melakukan berbagai pelanggaran hukum dan tindak pidana korupsi. Bahkan, negara secara resmi telah mengakui adanya masalah tersebut melalui Ketetapan MPR (TAP MPR) yang menyinggung praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di era Orde Baru.
“Sudah ada keputusan TAP MPR berkaitan dengan KKN Soeharto. Artinya, negara mengakui bahwa ada permasalahan selama 32 tahun pemerintahan Soeharto,” tegasnya.
Ia menilai, pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto sama saja dengan memberikan amnesti terhadap kejahatan negara di masa lalu. Padahal, banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat terjadi selama masa pemerintahan Soeharto.
“Apakah ini bukan suatu bentuk impunitas? Apakah rekonsiliasi ini tidak lebih dari sebuah amnesti yang tidak resmi?” ujarnya.
Bhatara menegaskan, pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto merupakan bentuk kontradiksi. Menurutnya, Soeharto adalah bagian dari negara dan pernah menjadi presiden, sehingga tidak logis apabila negara memaafkan dirinya sendiri atas pelanggaran terhadap rakyatnya.
“Hanya orang gila atau orang yang secara logika hukum cacat ketika negara melakukan pelanggaran, kemudian memaafkan dirinya sendiri atas pelanggaran yang dilakukan terhadap warganya,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022