
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf (kiri) bersama Kepala BPKH Fadlul Imansyah di International Hajj Fund Forum di Jakarta (8/10). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Proses persiapan penyelenggaraan haji 2026 terus dikebut. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf mengatakan persiapan sudah berjalan 25 persen. Ditargetkan calon jemaah haji (CJH) mulai melunasi ongkos haji sekitar November sampai Desember depan.
Keterangan tersebut disampaikan Irfan usai menjadi pembicara dalam International Hajj Fund Forum di Jakarta (8/10). CJH yang masuk dalam estimasi keberangkatan haji 2026 bisa mulai mempersiapkan dana untuk pelunasan.
Dia menegaskan besaran biaya haji 2026 belum ditetapkan. Dalam waktu dekat, akan dibentuk Panitia Kerja (Panja) biaya haji 2026. Tugas panja itu antara lain menetapkan biaya haji, termasuk yang menjadi beban jemaah.
Selain itu, Irfan juga mengingatkan CJH untuk menjaga kesehatan. Pemerintah Indonesia akan memperketat ketentuan istitoah kesehatan haji. Kebijakan ini diambil atas permintaan dari otoritas Arab Saudi.
"Saudi menyampaikan mereka akan mengecek kesehatan jemaah haji secara acak di bandara sana," katanya. Jika ditemukan ada jemaah yang tidak memenuhi aspek istitoah kesehatan, mereka akan dipulangkan ke tanah air. Dengan persiapan kesehatan sejak dini, fisik jemaah bisa prima saat pemberangkatan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah menuturkan bahwa mereka sudah membayar uang muka kepada pemerintah Saudi. Dana yang disetor sekitar Rp 2,7 triliun. "Digunakan untuk booking tenda di Arafah," jelasnya.
Fadlul mengatakan mulai tahun ini mereka akan lebih terlibat dalam proses persiapan haji. Khususnya dalam pengadaan atau penawaran harga kebutuhan operasional jemaah di Saudi, seperti untuk penawaran hotel, katering, dan transportasi.
Selama ini, BPKH cenderung sebagai juru bayar saja. Karena seluruh pencarian kebutuhan jemaah haji dilakukan oleh tim dari Kementerian Agama. "Di Undang-Undang haji yang baru, diatur peran BPKH," jelasnya. Pada intinya, Fadlul menegaskan mereka sudah siap terkait penyediaan dana untuk haji 2026.
Seperti diketahui, BPKH bertugas untuk mengelola dana haji. Hasil pengelolaan dana haji digunakan untuk subsidi biaya haji tahun berjalan. Selain itu, juga dibagikan kepada CJH yang masih antri. Pada musim haji 2025, biaya riil haji Rp 89,4 juta. Dari jumlah tersebut, biaya yang ditanggung jemaah Rp 55,4 juta. Sisanya menggunakan hasil investasi dana haji BPKH.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
