
Presiden Prabowo Subianto di damping Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subioyanto dan Komandan Upacara HUT TNI Letjen Bambang Trisnohadi memeriksa pasukan saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Na
JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin buka suara pasca gugurnya 2 prajurit TNI dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI. Sjafrie memastikan bahwa kedua prajurit tersebut mendapat santunan dan kenaikan pangkat anumerta.
Sjafrie menyampaikan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Jenderal Besar Soedirman pada Selasa (7/10). Dia menyatakan bahwa santunan yang diberikan kepada kedua prajurit tersebut berasal dari PT Asabri.
”Dapat santunan dari Asabri, satu orang untuk keluarga Rp 350 juta dan kenaikan pangkat luar biasa,” kata Sjafrie singkat.
Sebelumnya, pada Sabtu malam (4/10), salah seorang prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) bernama Pratu Johari Alfarizi tewas setelah jatuh dari atas Tank Marder yang sedang diangkut menggunakan transporter. Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (6/10), Panglima Kostrad Letjen TNI M. Fadjar membenarkan peristiwa tersebut.
Letjen Fadjar mengkonfirmasi bahwa Pratu Johari Alfarizi mengalami insiden saat pergeseran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang hendak ditunjukkan dalam peringatan HUT ke-80 TNI pada Minggu (5/10).
”Betul (ada insiden), Almarhum Pratu Johari Alfarizi saat bertugas terjatuh dari atas Tank Marder yang sedang diangkut (kendaraan) transporter (dengan) ketinggian sekitar 4 meter dan mengalami patah leher,” ungkap Fadjar.
Perwira tinggi (pati) bintang tiga TNI AD itu menyatakan bahwa jenazah Pratu Johari Alfarizi sudah diterbangkan ke kampung halamannya di Aceh Tenggara untuk dimakamkan secara militer. Selain itu, TNI juga sudah memberikan santunan kepada keluarga prajurit tersebut.
”Santunan sudah diberikan dari panglima TNI, pangkostrad, dan komandan satuannya,” kata dia.
Sebelumnya, kabar duka datang dari Angkatan Laut, Praka (Mar) Zaenal Mutaqim yang berasal dari Detaseman Intai Para Amfibi 1 Korps Marinir gugur setelah mengalami insiden dalam Presidential Inspection berlangsung di Perairan Teluk Jakarta pada Kamis (2/10). Dia meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.
”TNI Angkatan Laut menyampaikan bahwa salah satu prajurit terbaik kami yaitu Praka (Mar) Zaenal Mutaqim, personel Detasemen Intai Para Amfibi 1 (Den Ipam 1) Korps Marinir telah gugur dalam tugas saat melaksanakan penerjunan Rubber Duck Operations (RDO) dalam rangkaian HUT Ke-80 TNI, yaitu Presidential Inspection,” jelas Tunggul.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
