
Joko Widodo (Jokowi). (Aris Wasita/Antara)
JawaPos.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan ketidakhadiran dalam acara HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta Pusat, pada Minggu (5/10). Melalui ajudannya, Syarif Muhammad Fitriansyah, menyatakan bahwa Jokowi masih dalam tahap pemulihan.
"Beliau masih proses pemulihan," kata Syarif kepada wartawan, Senin (6/10).
Ketidakhadiran Jokowi dalam acara HUT ke-80 TNI setelah tidak terlihat dalam panggung VVIP bersama mantan presiden dan wakil presiden. Syarif menyebut, Jokowi masih dilarang untuk aktivitas di luar ruangan.
"Dianjurkan agar tidak mengikuti kegiatan di luar ruangan yang terkena panas," ucap Syarif.
Selain Jokowi, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri juga tidak hadir dalam acara tersebut. Namun, sikap berbeda ditunjukkan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memilih hadir dalam acara tersebut.
Bahkan, sejumlah mantan wakil presiden juga terlihat hadir. Mereka yakni, Try Sutrisno, Jusuf Kalla, Budiono, dan Ma'ruf Amin. Serta istri almarhum eks Wapres Hamzah Haz, Soraya; dan istri almarhum eks Presiden Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah.
Sehari sebelum acara HUT ke-80 TNI, Jokowi sempat menyambangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10). Pertemuan itu berlangsung selama kurang lebih 2 jam, sejak pukul 13.00 WIB.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membocorkan isi pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, pertemuan itu merupakan silaturahmi antara kedua tokoh bangsa. Mengingat, Jokowi pernah menjadi kepala negara.
"Banyak (yang dibahas). Yang pertama memang silaturahmi di antara dua pemimpin, Presiden ke-7 dan Presiden ke-8," kata Prasetyo usai menghadiri HUT ke-80 TNI, di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/10).
Ia menyebut, pertemuan itu memang sudah terjadwal. Sebab, Jokowi tengah berada di Jakarta. "Kebetulan Pak Presiden ke-7, Pak Jokowi ada di Jakarta. Sudah janjian ketemu waktunya makan siang," ungkapnya.
Ia tak memungkiri, banyak hal yang diperbincangkan dalam pertemuan kedua tokoh bangsa itu. Pertemuan itu secara khusus membicarakan soal kebangsaan.
"Tentu banyak hal yang dipercakapkan mengenai masalah-masalah kebangsaan. Termasuk memberikan masukan ke depan sebaiknya seperti apa untuk beberapa hal," pungkasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
