Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 22.03 WIB

Terapkan Transformasi Sistem Pertanian, Indramayu Sukses Kurangi Biaya Produksi dan Tingkatkan Hasil Panen

Bupati Indramayu Lucky Hakim dan jajaran bersama PT BWI Robani Hendra Permana saat penyerahan bibit padi di Desa Wanasari, Kabupaten Indramayu, Sabtu (27/9). (Foto: Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

Bupati Indramayu Lucky Hakim dan jajaran bersama PT BWI Robani Hendra Permana saat penyerahan bibit padi di Desa Wanasari, Kabupaten Indramayu, Sabtu (27/9). (Foto: Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Peran Indramayu dalam mendukung swasembada pangan nasional cukup besar. Pada 2024, realisasi produksi padi di Kota Mangga mencapai 1,7 juta ton gabah kering panen (GKP) atau sekitar 1,49 juta ton gabah kering giling (GKG). Hal itu menempatkan daerah tersebut sebagai kabupaten penghasil padi terbesar se-Indonesia.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan jika status lumbung pangan masih belum sepenuhnya meningkatkan kesejahteraan petani. Pendapatan mereka rendah karena tingginya biaya produksi dan ketergantungannya terhadap pupuk kimia seperti Urea. Dengan membentuk ’super tim’ dari kalangan pemerintah, praktisi pertanian, gapoktan, dan petani, Lucky menggagas transformasi sistem pertanian yang lebih modern dan berpihak pada petani.

Salah satu lahan uji coba sistem pertanian dilakukan di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua. Lahan seluas lima hektare yang dikelola PT Bumi Wiralodra Indramayu atau PT BWI (Perseroda) itu hadir sebagai episentrum baru pembaruan sektor agraris. Lucky meninjau langsung lokasi itu dan menyebutnya sebagai ruang belajar dan laboratorium hidup.

’’Pemda akan berupaya melatih petani-petani muda untuk mengetahui tata cara menanam dengan efektif dan efisien. Kami ingin mereka terlibat secara aktif di pengembangan pertanian,” katanya.

Program itu secara khusus menyasar generasi muda agar mereka tidak hanya memahami teori dari kelas. Namun juga wadah untuk mengasah kemampuan praktik secara langsung.

Salah satu tujuan strategis dari pengembangan demplot (demonstration plot) pertanian itu yakni menekan biaya produksi yang selama ini menjadi beban petani. Di lahan tersebut, penggunaan pupuk bisa lebih hemat 50 persen dengan produktivitas padi naik sekitar 10 persen hingga 20 persen.

Penyemprotan anti hama untuk mendukung peningkatn produksi pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional di Kabupaten Indramayu. (Foto: Alfian Rizal/Jawa Pos)

Menurut Lucky, transformasi sistem pertanian tidak saja untuk mengurangi biaya produksi meningkatkan hasil panen. Namun itu wujud program regenerasi petani. Upaya transformasi melibatkan sistem pertanian modern dengan memanfaatkan aplikasi yang hasil panennya lebih melimpah.

’’Sebagian anak muda dari keluarga petani tak ingin mereka seperti orang tuanya. Pemikiran itu ingin kami ubah dengan mengajak mereka terjun ke pertanian yang lebih modern,” kata Lucky.

Menurut Lucky, pertanian bukan sekadar upaya meningkatkan hasil. Namun juga harus memikirkan masalah pemasaran. Melalui transformasi, pemda akan mendorong BUMD lebih aktif dengan melakukan penyerapan terhadap gabah para petani.

Dalam transformasi sistem pertanian, peran PT BWI selaku BUMD bakal semakin vital. Tidak hanya mendukung percontohan dengan menyiapkan tenaga ahli, BUMD akan menyerap gabah dari petani dan mengolah seluruh hasil pascapanen, seperti sekam dan jerami.

Dirut PT BWI Robani Hendra Permana menjelaskan jika uji coba pertanian diawali dengan mengecek 100 titik lahan. Setelah itu ada demplot di masing-masing kecamatan. Targetnya ada peningkatan produksi padi. Dari rata-rata 6 ton per hektare diharapkan produksi bisa naik menjadi 9 ton per hektare. ’’Tidak hanya gabah. Seluruh hasil pertanian akan diolah BUMD supaya nilainya tambah,” ungkap Robani.

Perwakilan tim percepatan pembangunan Jony Eko Saputro menyebut jika apa yang dilakukan dalam demplot cukup simpel. Yakni, mengembalikan tingkat kesuburan tanah dengan memanfaatkan pupuk organik. Meski begitu, proses percobaan dilakukan secara matang dengan pemantauan secara intens.

Semisal demplot di Desa Wanasari. Hasil uji coba mulai menunjukkan keberhasilannya. ’’Anakan batang padinya lebih banyak. Kalau biasanya hanya 20-25, sekarang bisa sampai 40 anakan,” kata Jony. (hen/xav)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore