
Proses pembuatan Makan Bergizi Gratis di SPPG Palmerah, Jakarta Barat/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh tahapan verifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan transparan. Proses verifikasi dilakukan berlapis agar usulan yang masuk melalui portal mitra.bgn.gov.id benar-benar memenuhi syarat dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya menjelaskan, verifikasi dimulai dari pengajuan titik lokasi oleh calon mitra. Pada tahap awal, tim memeriksa detail usulan mulai dari kebutuhan kuota, status kepemilikan lahan, hingga kelengkapan dokumen pendukung.
“Jadi mereka (verifikator) membuka data melihat titiknya ada di mana, di titik tersebut kebutuhan kuotanya berapa SPPG ya dikaitkan dengan potensi penerima manfaat, kemudian jenisnya apa, apakah lahan ini milik pribadi atau sewa? Apabila sewa ada dokumen sewanya enggak? Apabila ini milik pribadi lihat surat ininya aktif kepemilikannya layoutnya seperti apa, dan lain-lain ini oleh verifikasi tahap 1,” kata Sony di hotel kawasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Setelah tahap pertama selesai, status usulan berubah menjadi proses persiapan. Di tahap ini, calon mitra SPPG mulai melaksanakan pembangunan dapur, baik dengan renovasi gedung maupun membangun baru.
Sony menegaskan bahwa progres pekerjaan wajib dilaporkan secara berkala, termasuk dokumentasi pembelian peralatan hingga perekrutan tenaga kerja yang mesti mengambil dari warga sekitar.
“Ada 47 tenaga kerja yang direkrut dari masyarakat sekitar. Prinsipnya, kami arahkan agar memprioritaskan kelompok miskin ekstrem supaya program ini juga menyerap tenaga kerja lokal,” jelasnya.
Jika progres pembangunan dinyatakan 100 persen, maka SPPG masuk ke verifikasi tahap 2. Pada tahap ini, tim hanya memeriksa data yang sudah diunggah, seperti foto lokasi, peta, dan kelengkapan peralatan.
Selanjutnya, barulah dilakukan survei lapangan oleh petugas khusus yang ditugaskan untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan laporan.
“Hasil survei lapangan akan menentukan apakah dapur sudah siap operasional. Tim survei yang melihat langsung di lokasi, bukan kami di sini. Kalau sudah dinyatakan siap, maka masuk ke proses penentuan kelayakan,” ujar Sony.
Usai tahap kelayakan, tim membuat berita acara verifikasi, dilanjutkan dengan penerbitan surat keputusan penunjukan kepala SPPG. Dalam tahap yang sama, sistem juga langsung membuat virtual account untuk setiap dapur yang lolos verifikasi.
Selanjutnya, tim PPK menginput data untuk pengajuan anggaran ke KPPN.
“Jadi alurnya jelas, semua tahapan dilakukan dalam satu sistem yang bisa ditelusuri. Anggaran baru bisa dikeluarkan setelah ada pengajuan dari yayasan dan disetujui oleh KSPPG,” paparnya.
Sony menegaskan, mekanisme berlapis ini menjadi upaya BGN agar pengelolaan program MBG benar-benar transparan dan akuntabel. Dengan sistem verifikasi yang ketat, diharapkan dapur MBG yang beroperasi di seluruh wilayah dapat berjalan efektif sekaligus tepat sasaran.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
