Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 21.45 WIB

Bencana Banjir dan Longsong di Bali: 14 Orang Meninggal, 2 Hilang

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban meninggal dunia pasca banjir menerjang 7 kabupaten dan kota di Bali. (Kantor SAR Denpasar)

JawaPos.com-Banjir yang memakan korban jiwa di Bali terus ditangani. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 600 petugas untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban. Hingga kemarin jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 jiwa dan 2 orang masih dalam pencarian. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto langsung ke Bali pada Rabu malam (10/9). Suharyanto langsung memimpin rapat koordinasi dan meninjau lokasi terdampak di Provinsi Bali pada Rabu (10/9).

Suharyanto menyatakan bencana banjir kali ini disebabkan oleh Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin. Yang memicu hujan dengan intensitas lebat membuat air sungai meluap. Walau situasi terkini, ketinggian debit air beberapa sungai mulai normal.

“Kondisi per Rabu malam jam 21.00 WITA tinggi muka air di sungai - sungai sudah kembali normal. Banjir ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi,” ujarnya di Gedung Jaya Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali. 

Banjir tersebut menelan korban jiwa. Hingga saat ini jumlahnya mencapai 14 orang meninggal dunia. “Yang hilang 2 orang. Dilakukan pencarian tim gabungan sampai jam 7 malam. Besok pagi dicari lagi oleh tim gabungan,” paparnya.

Kemudian, tim gabungan selain melakukan pencarian korban, juga melakukan pembersihan sisa material banjir.

“Unsur gabungan berkisar 400 sampai 600 orang, akan terus berupaya melakukan pencarian korban hilang, dibarengi dengan melakukan pembersihan,” terangnya.

Suharyanto mengungkap, kedatangannya kali ini sebagai bentuk dari respon cepat pemerintah pusat untuk menangani bencana yang berdampak pada masyarakat.

“Atas perintah Pak Presiden, beliau memrintahkan kepada saya untuk secepat mungkin menemukan korban yang hilang. Kemudian yang mengungsi, kebutuhan dasarnya jangan berkurang,” tuturnya.

Dia mengatakan, kerugian yang dialami masyarakat agar semaksimal mungkin dibantu oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat dan kementerian atau lembaga lain, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“BNPB memberikan bantuan kebutuhan dasar, peralatan penanggulangan bencana seperti pompa dan genset. Selain itu rumah masyarakat yang alami kerusakan akan diganti," paparnya. 

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari menuturkan bahwa Pusdalops BPBD kabupaten dan kota juga terus memutakhirkan pendataan di lapangan. Data sementara per Kamis, 11 September 2025, pukul 11.00 WIB, total korban meninggal dunia yang sudah ditemukan berjumlah 14 jiwa dan yang masih dalam pencarian sebanyak 2 warga. "Rincian korban meninggal di Kota Denpasar 8 jiwa, Kabupaten Jembrana 2 jiwa, Kabupaten Gianyar 3 jiwa dan Kabupaten Badung 1 jiwa," paparnya. 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore