
Sejumlah akun official di Instagram menggunakan foto dengan latar pink dan hijau. (Platform X)
JawaPos.com - Warna kembali digunakan sebagai medium perlawanan politik. Seperti yang terbaru, ramai diterapkan di Indonesia sebagai bentuk dukungan pada aksi demonstrasi simultan sepanjang akhir Agustus lalu.
Dua warna, yakni Brave Pink dan Hero Green, belakangan viral di media sosial sebagai bentuk protes simbolik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai abai pada aspirasi rakyat.
Dari unggahan Instagram hingga avatar X, warna ini hadir sebagai bahasa visual baru yang menyatukan suara publik.
Melansir dari Museum of Protest, penggunaan warna dalam protes atau demonstrasi bukan hal baru. Sejarah mencatat bahwa warna sering menjadi cara paling sederhana sekaligus efektif untuk menyampaikan pesan politik tanpa kata-kata.
Sejarahnya panjang dan rumit. Dimulai dari para suffragette di awal abad ke-20 yang mengenakan gaun putih dan ungu untuk menuntut hak pilih perempuan.
Sementara Revolusi Oranye di Ukraina (2004) dan Gerakan Hijau di Iran (2009) menunjukkan bagaimana warna mampu menyatukan massa dalam perlawanan damai.
Menurut teori aksi non-kekerasan Gene Sharp, adopsi warna atau bendera memberi tiga keuntungan utama: memperkuat solidaritas, menurunkan risiko partisipasi, dan sulit untuk disensor.
Seseorang mungkin tidak bisa turun ke jalan. Tetapi cukup mengenakan gelang, pita, atau mengubah avatar dengan warna tertentu untuk menunjukkan sikap, hal tersebut sudah termasuk bentuk partisipasi dalam gerakan yang sedang disuarakan.
Hal yang sama kini terlihat di Indonesia. Jika di jalanan bendera dan poster menjadi penanda perlawanan, di ruang digital, Brave Pink dan Hero Green berfungsi sebagai 'bendera virtual'.
Kedua warna ini dipakai ribuan kali di platform daring sebagai bentuk solidaritas atas keresahan sosial-politik yang tengah memanas.
Di Twitter/X, misalnya, tagar bertema kedua warna itu sempat menduduki trending, sementara di TikTok banyak kreator konten menampilkan video dengan filter dominan pink dan hijau sebagai sindiran politik.
Aksi ini meluas cepat karena sederhana, aman, dan sulit dibungkam. Pemerintah mungkin bisa membatasi slogan, tetapi mustahil melarang warganet menggunakan warna tertentu, apalagi digunakan di foto profil media sosial mereka.
Warna juga memiliki resonansi emosional yang kuat. Brave Pink dimaknai sebagai keberanian untuk bersuara, menolak diam di tengah represi.
Hero Green mencerminkan harapan dan solidaritas, sekaligus mengingatkan pada gerakan protes global yang pernah mengusung hijau sebagai simbol perjuangan demokrasi.
Tren ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya kreatif dalam berbahasa digital, tetapi juga mampu menghidupkan kembali praktik protes non-kekerasan dalam format yang relevan dengan zaman.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
