Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 00.24 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Larang Pelajar Bermain Game Roblox

Menteri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu - Image

Menteri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu

JawaPos.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan para pelajar untuk tidak bermain game roblox. Larangan itu disampaikan ketika mewanti-wanti para pelajar untuk tidak berlama-lama main handphone.

Terlebih, berkaitan dengan tayangan yang menampilkan kekerasan dan penyebutan kata-kata yang tidak baik. Misalnya game Roblox. “Nah tadi yang blox-blox (roblox, red) tadi itu ya, jangan main yang itu. Karena itu tidak baik ya,” ungkapnya.

Larangan itu disampaikan di sela kunjungan untuk memantau pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) untuk pelajar di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, pada Senin (4/8). 

Menurut Abdul Mu’ti, tingkat intelektualitas anak-anak belum mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang rekayasa. Hal ini yang kemudian membuat mereka cenderung meniru adegan-adegan dalam game tersebut. Tak terkecuali adegan kekerasan yang ada. 

Contohnya adanya adegan membanting karakter dalam game. Dalam konteks game, hal itu dianggap wajar. Akan tetapi menjadi masalah serius jika dilakukan dalam kehidupan nyata. 

Kalau pun ingin menonton konten di gawai, Mu’ti menyarankan anak-anak agar diarahkan mengakses konten-kontek yang dapat merangsang kemampuan problem solving. Misalnya, tayangan Dora the Explorer. 

“Misalnya bagaimana pergi ke rumah nenek. Itu kan (mengajarkan, red) bermasyarakat, jadi melatih bermasyarakat. Kemudian bagaimana cara ke rumah nenek, itu kan (diajarkan, red) kemampuan untuk membaca peta. Kalau dijalankan tidak selalu mudah, misalnya ada sungai, bagaimana cara menyebrang, itukan problem solving untuk tingkatan anak-anak,” paparnya.

Untuk itu, Abdul Mu’ti tetap menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka bermain gawai. Harus ada pembatasan yang jelas dalam penggunaan gawai tersebut. Selain itu, dia juga mendorong penyedia layanan digital untuk menciptakan konten yang edukatif dan ramah anak. 

Setelahnya, dia mulai memantau satu persatu lokasi pengecekan kesehatan untuk siswa-siswi kelas 1-6 tersebut. Setidaknya, ada 305 murid yang masing-masing menjalani 8 tes kesehatan di hari itu. 

Mu’ti pun beberapa kali berinteraksi dengan para murid ini. Dia bertanya, apakah mereka takut? Kemudian, dia juga sempat membuat tanya jawab soal makanan sehat dan tidak sehat. Lucunya, ada salah seorang siswa yang mendatanginya dan nyeletuk jika dirinya pernah memakan kertas. 

Mu’ti tergelak. “Makan kertas? Waduh hahaha, makan kertas?”. 

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu tak serta merta menyalahkan sang siswa atas celetukannya. Dia justru menenangkan para guru yang panik. Bahwa keaktifan siswa tersebut tidak jadi masalah. 

Namun, dia pun tak lupa menjelaskan mana saja jenis makanan sehat dan tidak sehat. Mu’ti juga berpesan agar mereka harus makan makanan yang bergizi. Dengan begitu, mereka akan sehat dan bisa belajar dengan baik. “Jadi anak-anak Indonesia yang badannya ingin sehat harus makan yang bergizi. Oke semuanya? Oke. Yang kedua dibiasakan berolahraga. Oke?”paparnya.

 Sebagaimana diketahui, rasa degdegan jelang CKG dirasakan para murid pagi itu. Rata-rata ketakutan mereka ada pada jarum suntik. Mereka beranggapan jika dalam rangkaian CKG ini akan ada adegan suntik menyuntik.

“Awalnya takut. Takut disuntik,” ujar Naila, siswi kelas 6 SD 02 Cideng itu sambil tertawa. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore