
▲Dengan memantau lahan pertanian skala besar menggunakan FarmiSpace, masalah dapat dideteksi lebih awal dan ditangani dengan bantuan drone atau sistem otomatis.
JawaPos.com - Meskipun Indonesia memiliki sumber daya pertanian yang melimpah, ketahanan pangan tetap menjadi isu yang mendesak. Menurut laporan terbaru, Indonesia memiliki sekitar 23,52 juta hektar lahan pertanian dan tanaman permanen—yang mencakup 12,35% dari total wilayah nasional—namun efisiensi penggunaan lahan dan hasil panen masih perlu ditingkatkan.
Misalnya, beras adalah makanan pokok utama, tetapi pada tahun 2022 Indonesia masih harus mengimpor 507.000 ton beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Komoditas penting lainnya seperti kedelai, gula, dan daging sapi juga sangat bergantung pada impor.
Geografi yang terfragmentasi dan tingginya proporsi petani kecil, ditambah dengan kekeringan dan banjir yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim, telah menyebabkan produksi pertanian menjadi tidak stabil.
Statistik menunjukkan bahwa indeks produksi tanaman pangan Indonesia menurun sebesar 2,61 poin dalam dua tahun terakhir, yang diperkirakan setara dengan penurunan produksi sekitar 2,6 juta ton, menyoroti kebutuhan mendesak akan manajemen tanaman dan pengendalian hama yang lebih presisi.
Sebagai respons terhadap tantangan ini, pemerintah Indonesia secara aktif mendorong modernisasi pertanian dan inisiatif pertanian cerdas. Pemantauan melalui satelit, drone, dan teknologi AI secara bertahap mulai diterapkan dalam manajemen lahan dan penilaian risiko tanaman, dengan tujuan mengatasi ketidakefisienan dan risiko dalam pertanian tradisional melalui teknologi.
DATAYOO, perusahaan AI yang berfokus pada pertanian cerdas dan memiliki kantor di Taiwan serta Singapura, menjadi bagian dari gerakan ini.
“Untuk mengatasi perubahan iklim dan mengelola area pertanian yang luas, generasi baru pertanian cerdas harus bergerak ke arah sistem tanpa sensor dan input manusia yang minimal. Hanya dengan cara ini kita dapat benar-benar meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Dengan menggabungkan ilmu data dan data spektral dari satelit, kami mempermudah pelaku pertanian dalam memantau kondisi pertumbuhan dan risiko yang mungkin terjadi,” ujar pendiri sekaligus CEO Shaw Wu.
Produk unggulan DATAYOO, FarmiSpace, merupakan perwujudan dari visi tersebut. Sistem ini dinobatkan sebagai juara Singapore AgriTech Challenge 2024 dan meraih medali emas dalam ajang Best AI Awards 2025, memperluas jangkauannya secara global dan menjadi salah satu solusi pertanian presisi yang paling dikenal di kawasan Asia-Pasifik.
Yang membedakan FarmiSpace dari solusi lainnya adalah kemampuannya yang melampaui citra satelit biasa. Sistem ini memanfaatkan data spektral kontinu dari satelit, menggunakan model AI berpaten untuk menafsirkan pantulan cahaya tanaman dan menghitung indikator penting seperti kadar air, klorofil, NDVI, hingga kandungan nitrogen pada tanah dan tanaman.
Petani dan perusahaan dapat memantau lahan secara jarak jauh setiap hari tanpa memasang sensor di darat atau input manual, memungkinkan pemantauan skala penuh dan analitik prediktif.
Di Karawang, penyedia layanan pertanian membagikan pengalamannya setelah menggunakan FarmiSpace untuk memantau penyakit blast pada tanaman padi di tahun 2024.
“Laporan area kerusakan akibat penyakit yang diberikan platform setiap minggu memiliki tingkat kecocokan sebesar 98% dengan hasil survei lapangan kami. Hal ini memungkinkan kami untuk bertindak lebih cepat, mengurangi waktu respons, dan meminimalkan kerugian panen,” sambun Shaw.
Analisis jarak jauh dengan presisi tinggi seperti ini sangat penting di negara seperti Indonesia, di mana geografi yang luas menyulitkan pemeriksaan lahan secara manual.
Untuk memastikan implementasi lokal yang sukses, DATAYOO juga menjalin kemitraan dengan perusahaan agri-teknologi Indonesia, Blessed Bentara Agri, yang telah lama mendukung pelaku pertanian lokal melalui penyemprotan drone dan sistem irigasi otomatis.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
