Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Mei 2023 | 18.28 WIB

Jokowi: Pembahasan Koalisi Belum Selesai

BELUM PUTUSKAN DUKUNGAN: Presiden Joko Widodo menyapa para relawan dalam musyawarah rakyat (musra) relawan Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, kemarin (14/5). - Image

BELUM PUTUSKAN DUKUNGAN: Presiden Joko Widodo menyapa para relawan dalam musyawarah rakyat (musra) relawan Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, kemarin (14/5).

JawaPos.com - Di forum musyawarah rakyat (musra) kemarin (14/5), Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan kriteria presiden yang akan menjadi penerusnya. Namun, dia meminta seluruh relawan tidak terburu-buru.

Jokowi mengapresiasi musra yang diadakan sebanyak 29 kali. Kegiatan tersebut tepat untuk mencari aspirasi rakyat terkait dengan calon presiden dan calon wakil presiden.

”Negara ini adalah negara yang besar. Rakyat butuh pemimpin yang tepat. Yang paham hati rakyat,” kata Jokowi.

Selain itu, lanjut dia, pemimpin Indonesia harus tahu kebutuhan rakyat, pemberani, dan paham memajukan negara. ”Mampu memanfaatkan peluang. Bukan rutinitas, tidak hanya duduk di istana,” tegas Jokowi.

Dengan kondisi global terkini, menurut Jokowi, Indonesia memerlukan pemimpin yang mengerti cara membangun dan memahami politik yang ada. Termasuk berhadapan dan berkompetisi dengan negara lain.

”Peluang kita menjadi negara maju ada di 13 tahun ke depan,” ujar Jokowi. Itu terkait dengan bonus demografi. Jadi, pemimpin yang baru tidak boleh salah langkah.

JARING ASPIRASI: Para relawan berkumpul di acara musyawarah rakyat relawan Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, kemarin.

Apalagi, kata Jokowi, Indonesia punya sumber daya alam yang melimpah. Penggantinya kelak disarankan memiliki langkah yang sama untuk industrialisasi bahan mentah yang dimiliki Indonesia. Meski, ada risiko yang dihadapi.

Dia menceritakan reaksi beberapa negara yang memprotes kebijakan stop ekspor nikel. Namun, pemerintahan bergeming. ”Negara itu yang penting dapat pajak. Kalau mentahan (yang diekspor), negara akan dapat apa?” ungkapnya.

Menurut Jokowi, Pemilu 2024 sangat krusial. Rakyat harus tepat dan benar memilih. Tidak boleh buru-buru. Jokowi menegaskan, dirinya tidak bisa langsung menunjuk calon yang mana. Sebab, itulah kewenangan partai.

Dia juga tak ingin buru-buru menetapkan agar relawan mendukung siapa. Meski, ada tiga nama dalam amplop yang sudah disodorkan di mejanya. ”Yang sekarang koalisinya belum selesai. Kalau saya ngomong sekarang, untuk apa?” tuturnya. Namun, Jokowi akan memberikan dorongan kepada partai.

Seusai acara, Jokowi berbicara terkait dengan pencalegan. Dia mempersilakan para menteri Kabinet Indonesia Maju yang akan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2024 dengan catatan harus tetap fokus. ”Kalau dari saya, yang penting tidak mengganggu tugas-tugas keseharian,” katanya.

Jokowi menjelaskan, secara aturan seorang menteri diperbolehkan maju sebagai caleg. Sebagai presiden, dia menegaskan akan selalu mengevaluasi tugas dan kinerja para menteri. ”Kalau memang mengganggu, ya ganti bisa,” tandasnya. (lyn/c14/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore