
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyambut langsung ketibaan Presiden Prabowo Subianto usai melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan positif atas rangkaian kunjungan luar negeri selama 15 hari terakhir.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo menghadiri berbagai forum internasional seperti BRICS, SPIEF di Rusia, serta pertemuan Uni Eropa, yang dinilai memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Pengamat komunikasi politik, Frans Immanuel Saragih, menilai gaya komunikasi politik yang ditunjukkan Prabowo dalam forum-forum tersebut tergolong lihai dan strategis.
Menurut dia, Presiden Prabowo berhasil memainkan catur politik internasional dengan cara yang efektif dan penuh perhitungan.
“Boleh dikatakan Prabowo memainkan catur politik internasional yang sangat lihai. Kita bisa lihat dalam pidato beliau di BRICS, SPIEF hingga Uni Eropa, semuanya mendapatkan sambutan luar biasa. Dan di sela-sela itu, Prabowo juga melakukan pembicaraan bilateral dengan banyak pihak secara cukup intens,” kata Frans kepada wartawan, Kamis (17/7).
Frans menyoroti pidato Prabowo pada forum BRICS sebagai salah satu momen penting. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan niat dan tujuan Indonesia di panggung internasional secara jelas dan terperinci.
Karena itu, sambutan hangat bahkan datang dari Presiden Brasil, Lula da Silva, yang memberikan respons positif, serta menerima ajakan Prabowo untuk datang ke Jakarta pada Oktober mendatang.
“Ini cara elegan di tengah ketegangan dan keseriusan peserta konferensi. Prabowo mampu membuat kepala negara yang hadir tersenyum dan memberikan tepuk tangan yang bersemangat. Artinya, Presiden mampu menyampaikan pesan politik yang jelas dengan cara yang rileks,” ujar Frans.
Sementara dalam forum SPIEF, Prabowo duduk berdampingan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sesi dialog publik.
Saat moderator menyinggung isu sensitif terkait Iran dan posisi Rusia, Prabowo disebut mampu merespons dengan tegas namun diplomatis.
“Dengan jelas dan lugas Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia menghargai pandangan masing-masing negara. Ia tidak terpancing masuk dalam perdebatan. Ini menunjukkan kepiawaian komunikasi Prabowo yang membuat suasana tetap hangat,” ungkap Frans.
Gaya diplomasi Prabowo yang menekankan negosiasi daripada konflik juga menjadi sorotan. Sebagai mantan tentara, Prabowo berulang kali menegaskan bahwa negosiasi adalah pilihan utama dalam menyelesaikan masalah internasional.
Di Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan secara terbuka apresiasi kepada Presiden Prabowo atas peran aktif Indonesia dalam menjalin kerja sama dengan Uni Eropa.
Menurut Frans, pernyataan dari pucuk pimpinan Uni Eropa ini mencerminkan semakin strategisnya posisi Indonesia di mata negara-negara barat.
“Dari beberapa panggung internasional tersebut, terlihat jelas Presiden Prabowo ingin menampilkan wajah Indonesia yang baru, cekatan, responsif terhadap situasi global, dan siap menjalin kemitraan luas,” ujar Frans.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
