Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 15.23 WIB

Operasi Patuh 2025 Resmi Dimulai, Ini 3 Jurus Polisi yang Perlu Anda Ketahui dan 4 Tips Ampuh Menghindari Razia dan Tilang

Operasi Patuh Jaya di kawasan Jakarta Barat. (Istimewa) - Image

Operasi Patuh Jaya di kawasan Jakarta Barat. (Istimewa)

JawaPos.com – Operasi Patuh 2025 resmi dimulai serentak hari ini, Senin (14/7), di seluruh Indonesia.

Selama 14 hari ke depan hingga 27 Juli 2025, jajaran Korlantas Polri akan menindak tegas pelanggar lalu lintas demi menekan angka kecelakaan.

Operasi Patuh tahun ini mengusung tiga jurus pendekatan utama kepada masyarakat yakni edukatif, preventif, dan penegakan hukum. Pendekatan ini akan dijalankan secara masif untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.

Fokus Utama: Pengendara Potensial Penyebab Kecelakaan

Target utama operasi ini adalah perilaku berkendara yang dianggap berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.

Beberapa contohnya: melawan arus, tidak memakai helm, menggunakan ponsel saat berkendara, hingga mengemudi dalam pengaruh alkohol.

Kabagops Korlantas Polri Kombespol Aries Syahbudin menjelaskan, Operasi Patuh 2025 merupakan tindak lanjut dari pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang digelar pada 19 September lalu.

“Operasi Patuh ini sendiri bertujuan untuk menciptakan kondisi Kamseltibcar lantas pasca pencanangan hari keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan yang sudah dicanangkan di tanggal 19 September oleh lima pilar keselamatan,” ungkap Aries.

3 Jurus: Preemtif, Preventif, dan Penegakan Hukum

Polri tidak hanya mengandalkan razia dan penindakan, tapi juga pendekatan persuasif yang menyasar langsung ke komunitas masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan kita laksanakan ada kegiatan bersifat preemtif, ada kegiatan bersifat preventif dan ada juga kegiatan bersifat penegakan hukum,” tegasnya.

Pendekatan preemtif atau edukatif akan menyasar komunitas roda dua dan roda empat melalui diskusi langsung hingga kegiatan santai seperti “ngopi bareng” untuk memahami permasalahan sekaligus memberi edukasi.

“Kegiatan-kegiatan sifat preemtif atau kegiatan edukasi berupa tatap muka antara lain dengan komunitas baik itu komunitas roda dua, roda empat, kemudian juga mengadakan ngopi bareng, kumpul bareng dengan para pengemudi. Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan sekaligus memberikan imbauan dan edukasi terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas,” jelas Aries.

Sementara pendekatan preventif dilakukan melalui pengawasan dan imbauan lapangan, serta yang paling ditunggu, yaitu penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berisiko tinggi.

“Kemudian kita juga akan melaksanakan kegiatan penegakan-penegakan hukum yang menjadi pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Seperti melawan arus, tidak pakai helm, menggunakan handphone saat berkendara, mengemudi di bawah umur dan lain-lain,” tuturnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore