
Pemilik KMP Tunu Pratama Jaya, PT Raputra Jaya menyampaikan permohonan maaf terbuka atas tragedi tenggelamnya kapal mereka. (Khusnul for JawaPos.com)
JawaPos.com - PT Raputra Jaya selaku pemilik KMP Tunu Pratama Jaya akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka, setelah tragedi tenggelamnya Kapal mereka di Selat Bali, Kamis dini hari (3/7).
"Pertama dan utama, kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini," ujar perwakilan manajemen PT Raputra Jaya, Ulumudin dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (5/7).
Sebagai operator pelayaran, Manajemen PT Raputra Jaya menyadari sepenuhnya bahwa keselamatan dan keamanan penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang karam adalah tanggung jawabnya.
"Kami sangat berduka atas musibah yang menimbulkan korban jiwa. Belasungkawa kami sampaikan kepada seluruh keluarga korban, dan kami doakan agar para korban mendapatkan penanganan terbaik," imbuhnya.
Usai kejadian, PT Raputra Jaya langsung berkoordinasi intensif dengan Basarnas, KSOP, Tanjung Wangi, TNI dan Polri, serta pihak-pihak terkait lainnya dalam proses evakuasi, pencarian dan penanganan korban.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan ASDP sebagai operator pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, guna memfasilitasi penyediaan bantuan darurat bagi korban dan keluarga yang masih menunggu kabar terkait proses pencarian.
"Komitmen kami adalah hadir di tengah keluarga korban, mendampingi, dan membantu semaksimal mungkin dalam masa sulit ini. Ke depan, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh," tutur Ulumudin.
Baik itu evaluasi dalam aspek keselamatan pelayaran, sistem operasional, kesiapan awak, serta kondisi teknis armada. Langkah-langkah ini menjadi komitmen PT Raputra Jaya agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kemanusiaan, manajemen KMP Tunu Pratama Jaya telah memberikan santunan kepada keluarga korban yang wafat dan memastikan bantuan logistik di lokasi terus berjalan.
"Kami kembali menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini dan berharap seluruh proses penanganan berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak," tukasnya.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Berdasarkan data manifest, saat peristiwa tersebut terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang, dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru kapal.
Hingga kini, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 36 korban KMP Tunu Pratama Jaya, yakni 6 korban meninggal dunia dan 30 korban selamat. Artinya, masih ada 29 korban yang keberadaannya belum diketahui. (*)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
