
Pencarian hari ketiga korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. (Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Memasuki hari ketiga pencarian, Sabtu (5/7), Tim SAR gabungan terus berjuang untuk menemukan korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali.
Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada Kamis dini hari (3/7).
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Berdasarkan data manifes, saat peristiwa nahas itu terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang. Dengan rincian 53 penumpang, dan 12 kru kapal.
Pada hari pertama pencarian, Tim SAR berhasil mengevakuasi 36 orang, dengan rincian 30 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Sementara pada hari kedua, hasil operasi pencarian nihil.
Operasi pencarian pun dilanjutkan hari ini. Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno mengatakan pencarian hari ketiga akan dilakukan hingga dasar laut.
"Hasil diskusi kami dengan OSC (On Scene Coordinator) SAR Ketapang dan Lanal menganalisa peta laut yang beliau bawa, (kemudian) mulai mempelajari kedalaman lautnya berkisar 40 - 50 meter," tutur Eko.
Karena itu, sebelum melakukan operasi penyelaman, Tim SAR Gabungan akan melakukan sejumlah persiapan, termasuk sarana dan prasarana, serta kesiapan manpower atau sumber daya manusia.
"Sebelum manpower menuju pelaksanaan (operasi penyelaman), kita lengkapi prosedur requirement (persyaratan) terhadap personil tersebut. Ready for dive (siap untuk menyelam) atau tidak," jelasnya.
Eko mengatakan bahwa Kantor Distrik Navigasi sudah menyiapkan alat untuk mencari titik koordinat kapal. Dalam operasi penyelaman hari ketiga ini, Tim SAR Gabungan juga melibatkan TNI AL.
"Semalam kami telah me-request peralatan tersebut untuk hadir di sini. Setelah hadir kita akan melakukan pendalaman dengan tim yang ada baik KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," terang Eko.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa keterbatasan jarak pandang menjadi salah satu kendala pada pencarian hari kedua. Berdasarkan data BMKG, terjadi penurunan visibility, yang semula 10 kilometer menjadi 3 kilometer.
"Kemudian tinggi gelombang yang rata-rata 0,5 sampai 1,2 sekarang 2 sampai 2,5 (meter). Dan hal ini terdokumentasi bagi unsur-unsur laut yang ada di lapangan tadi, di tambah pergerakan arus pasang surut," puungkas Eko.
Dengan demikian, dari data manifest dan jumlah korban yang dievakuasi pada pencarian hari pertama, maka masih ada 29 korban yang hingga kini keberadaannya masih menjadi teka-teki.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
