
Sekjen Laskar Merah Putih Abdul Rachman Thaha. (Istimewa)
JawaPos.com–Dari hari ke hari, sejak Kejaksaan Agung dipimpin Jaksa Agung ST. Burhanudin, kiprah dalam penegakan hukum kian high profile. Semua kalangan harus menghindari posisi sebagai target penegakan hukum.
”Tapi ketika syahwat kriminal sudah begitu tak terbendung, menjauhlah sejauh-jauhnya dari incaran Kejaksaan Agung,” ujar Sekjen Laskar Merah Putih Abdul Rachman Thaha.
Menurut dia, semua orang yang waras punya alasan untuk berlari sekencang-kencangnya dari bidikan Korps Adhyaksa. Empat indikator yang menempatkan Kejaksaan Agung sebagai lembaga penegakan hukum yang paling layak diteladani dan mengungguli institusi-institusi penegakan hukum lain.
”Pertama, tidak mengenal kompromi atau solidaritas antarlembaga. Aparat dari sesama sistem peradilan pidana tetap disikat begitu melakukan penyimpangan,” kata Abdul Rachman Thaha.
Dia menyatakan, tantangan terbesar dalam menjunjung supremasi hukum adalah ketika pelanggar berasal dari sesama kolega. Begitu ewuh pakewuh berhasil disingkirkan, ini menjadi kemenangan istimewa.
Kedua, lanjut Abdul Rachman Thaha, menindak aparat internal kejaksaan yang nakal. Kentalnya jiwa korsa lazim menjadi penyebab mengapa penindakan ke dalam acap kali terhambat.
”Tapi begitu sikap tanpa pandang bulu sanggup diperagakan, ini laksana kemenangan melawan diri sendiri,” terang Abdul Rachman Thaha.
Selain itu, meniadakan jual beli jabatan. Memastikan the right person on the right place masih menjadi persoalan serius. Contohnya apa lagi kalau bukan komposisi kabinet Presiden Prabowo.
”Tapi memastikan bahwa jabatan-jabatan strategis di institusi kejaksaan diisi dengan basis pada merit system, maka itu menjadi pembuktian bahwa penilaian berbasis kinerja tetap bisa diperteguh di organisasi sendiri,” papar Abdul Rachman Thaha.
Keempat, seluruh jaksa dan pejabat struktural Kejaksaan Agung mendemonstrasikan kebersahajaan hidup. Mereka tidak punya pilihan lain, karena Jaksa Agung punya jumlah harta kekayaan yang terbilang kecil dibandingkan periuk harta para pejabat negara lain.
”Atas dasar itulah kita tidak lagi cuma bisa bernostalgia tentang Baharuddin Lopa. Kejayaan Kejaksaan Agung ternyata bukan romantisme belaka. ST Burhanudin memang tidak sempurna. Namun saya melihat sosok Lopa seolah bereinkarnasi pada diri Baharudin,” tandas Abdul Rachman Thaha.
”Semoga Burhanudin terus menjadi sosok yang menakutkan dan Kejaksaan Agung kian mapan menjelma sebagai lembaga yang membuat bandit tunggang langgang,” imbuh dia.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
