
Muhammad Husen, 28, sama sekali tidak menunjukkan rasa penyesalan dan bersalah usai membunuh dan mmutilasi bosnya, pemilik depot air isi ulang di Tembalang, Semarang.
JawaPos.com - Muhammad Husen, 28, sama sekali tidak menunjukkan rasa penyesalan dan bersalah usai membunuh dan mmutilasi bosnya, pemilik depot air isi ulang di Tembalang, Semarang. Husen masih sempat tertawa saat menceritakan alasan dan cara memutilasi korban yang bernama Irwan Hutagalung.
Dalam pengakuannya, Husen mengaku dirinya sangat sakit hati kepada korban. Berdasar pengakuannya, dia sering jadi sasaran kemarahan korban sampai sering dipukuli oleh korban.
“Saya sering dimarahi, sering dipukuli. Orangnya suka main tangan. Saya tidak balas. Tapi sakit hati,” ungkap Husen, Rabu (10/5).
Untuk diketahui, kasus ini terungkap setelah warga mencium bau busuk menyengat dari depot air isi ulang milik Irwan. Setelah diperiksa polisi, ternyata ditemukan jenazah korban yang dimutilasi dan dicor di tembok depot air isi ulang tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan, pembunuhan terhadap Irwan itu dilakukan Husen pada Kamis (4/5) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Sementara, mutilasi baru dilakukan pada Jumat (5/5) subuh sekitar pukul 04.00 WIB.
Awalnya, Irwan yang sedang tidur ditusuk dengan menggunakan linggis. “Orangnya masih tidur, saya tusuk pakai linggis bagian pipi sebelah kiri. Setelah itu saya tusuk lagi bagian kening sebelah kanan,” beber Husen.
Korban saat itu belum meninggal. Sementara Husen pergi ke angkringan tidak jauh dari lokasi. “Saya keluar dulu di angkringan, minum. Kemudian setelah jam 4 pagi saya mutilasi pakai pisau,” ungkap Husen.
Husen mengungkapkan setiap potongan tubuh itu memiliki arti dan pembalasan atas semua yang sudah dilakukan korban kepada dirinya selama ini.
Bagian tubuh pertama yang dimutilasi adalah kepala, disusul tangan kanan dan kiri. “Memotong kepala karena korban sering memarahi saya. Kedua tangan karena sering memukuli saya. Terus saya masukin ke dalam karung,” ujar Husen.
Yang sangat sadis adalah saat dimutilasi, Irwan saat itu masih dalam keadaan hidup. “Saat itu dia masih bernapas, ngorok-ngorok gitu suaranya,” ungkap Husen tanpa ragu.
Husen juga menceritakan alasan kenapa dirinya sengaja tidak langsung menyerahkan diri ke polisi usai menghabisi korban. “Kalau saya langsung meyerahkan diri ke polisi, keenakan polisinya,” beber Husen sambil tertawa seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).
Husen menyatakan, usai mengecor tubuh korban, langsung melarikan diri ke Banjarnegara dengan membawa motor dan uang Rp 7 juta milik korban. Dia juga membuang tas milik korban di Jabungan Banyumanik. Di Banjarnegara, Husen menginap di rumah temannya yang tidak ditempati. Setelah tiga hari dalam pelarian, polisi mengetahui keberadaannya dan menembak kakinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
