Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 06.45 WIB

Mulai 10 April 2025, Seluruh Perjalanan Whoosh Dioperasikan Sepenuhnya oleh Pekerja Indonesia Tak Lagi Dari Tiongkok

Kereta Cepat Whoosh tiba di Stasiun Halim, Jakarta, Sabtu (5/4/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)


JawaPos.com-PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan seluruh perjalanan Whoosh sudah dioperasikan oleh masinis dan teknisi kereta dari Indonesia mulai Kamis (10/4). Adapun sebelumnya, posisi tersebut masih diisi dan dijalankan oleh pekerja Tiongkok.

Tak hanya itu, General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan saat ini KCIC sudah memegang kendali penuh atas seluruh operasional dan pelayanan di dalam perjalanan Whoosh. Mulai dari masinis, teknisi, chief conductor, kondektur, pramugari, keamanan, hingga kebersihan semuanya sudah dipegang oleh SDM Indonesia.

Eva menyebut, sudah terdapat 34 Masinis Indonesia dan 21 Teknisi yang telah siap mengoperasikan Whoosh sebanyak 62 perjalanan perhari. Selain itu sebanyak 33 masinis dan 14 teknisi lainnya direncanakan akan melaksanakan handover serupa pada Agustus 2025.

“Seluruhnya petugas operasional Whoosh telah mengikuti pelatihan sejak Februari 2023 dari mulai teori, praktik, on job training, sertifikasi kementerian, dan asesmen oleh tenaga profesional asal Tiongkok," kata Eva dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Kamis (10/4).

"Selama proses transfer knowledge tersebut, para personel juga dibekali kemampuan untuk menghadapi berbagai skenario guna memastikan keselamatan dan kelancaran operasional,” sambungnya.

Dia memastikan bahwa proses transfer knowledge untuk Masinis Whoosh juga lebih cepat dari perencanaan awal. Jika di Tiongkok proses ini memerlukan waktu hingga 3 tahun, namun untuk proses yang dilalui  pada pengoperasian Whoosh hanya memerlukan 1.5 tahun. 

Selain itu, proses transfer knowledge menjadi lebih cepat lantaran para masinis tersebut sebelumnya merupakan masinis KAI yang berpengalaman mengemudikan kereta konvensional selama 3.000 jam atau 100.000 km. 

Bagi Eva, tahapan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perkeretaapian Indonesia, sekaligus menandai kemandirian Indonesia dalam pengoperasian kereta cepat pertama di Asia Tenggara."Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa SDM Indonesia mampu mengoperasikan moda transportasi modern dengan teknologi terbaru serta standar keselamatan yang tinggi." tutur Eva. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore