Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 20.33 WIB

Makan Bergizi Gratis setelah Dua Bulan: Ambisi dan Noda

Para pekerja menyiapkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Makan Bergizi Gratis Kebayunan, Tapos, Depok, Jawa Barat, Senin (6/1/2025).  (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Para pekerja menyiapkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Makan Bergizi Gratis Kebayunan, Tapos, Depok, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Efektivitas MBG dalam mengurangi angka kemiskinan juga masih menjadi perdebatan. ”Yang mendapatkan makan gratis ini kan anak-anak, bukan seluruh anggota keluarga. Sementara, bagi keluarga miskin, sebagian besar pengeluaran mereka digunakan untuk membeli pangan. Jadi, kalau hanya anaknya yang menerima makanan gratis, dampaknya terhadap kemiskinan kurang signifikan,” ujar Rumayya.

Dia membandingkan MBG dengan program keluarga harapan (PKH) yang lebih efektif dalam mengurangi angka kemiskinan karena diberikan kepada keluarga miskin secara langsung. Rumayya juga mempertanyakan soal anggaran.

Karena ada perubahan kebijakan yang mempercepat cakupan program hingga mencakup 82,9 juta di akhir tahun ini, anggaran pun ditambah Rp 100 triliun. Di sisi lain, estimasi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan bahwa untuk mencakup 82,9 juta penerima manfaat, diperlukan anggaran hingga Rp 215 triliun.

Selain itu, program ini juga memiliki dampak terhadap kondisi fiskal negara. ”Kementerian Keuangan menyatakan bahwa program ini akan meningkatkan defisit APBN sekitar 2 persen, dari 2,29 persen menjadi 2,8 persen dari PDB,” ungkap Rumayya. (*/iza/c19/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore