
Gerbang tol Kraksaan yang menjadi bagian Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi). (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com – Pembangunan jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi atau yang lebih dikenal dengan Tol Probowangi, menjadi salah satu proyek infrastruktur yang dinanti-nanti oleh masyarakat Jawa Timur.
Jalan tol yang diperkirakan memiliki panjang 175,4 kilometer itu diproyeksikan mampu meningkatkan konektivitas daerah-daerah dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa. Mobilitas masyarakat juga akan semakin mudah.
Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), Adi Prasetyanto mengatakan bahwa pembangunan Tol Probowangi dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama mencakup jalur Gending (Probolinggo)–Besuki (Situbondo).
"Hingga 16 Februari 2025, pembebasan lahan Tol Probowangi (tahap I Gending-Besuki) telah mencapai 99,55 persen. Sementara progres konstruksinya mencapai 73,53 persen," tutur Adi dalam keterangannya, Senin (24/2).
Pembangunan tahap I jalur Probolinggo–Besuki sepanjang 50 kilometer terdiri dari tiga paket pekerjaan konstruksi. Yakni paket 1 Gending-Kraksaan, paket 2 Kraksaan-Paiton, dan paket 3 Paiton-Besuki.
Nantinya, tersedia tiga gerbang tol (GT) sepanjang Probolinggo-Besuki, yakni GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Besuki. Lalu memiliki tiga simpang susun, yakni SS Kraksaan, SS Paiton, dan SS Besuki.
"Tol Probowangi nantinya dapat memangkas waktu tempuh Probolinggo sampai Besuki (Situbondo) yang semula sekitar 1 jam 15 menit menjadi 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80–100 km/jam," lanjutnya.
Tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat dan arus logistik, Tol Probowangi juga menjadi katalisator pengembangkan beberapa sektor di kawasan Tapal Kuda, seperti pariwisata, pertanian, hingga industri.
"Dengan selesainya tahap I, kami optimistis dapat mendukung penguatan ekonomi wilayah Jawa Timur, sekaligus mengurangi kesenjangan infrastruktur antar wilayah," tandas Adi.
Sebagai informasi, Tol Probowangi terbagi dalam tujuh paket konstruksi. Yakni Gending–Kraksaan (12,88 km), Kraksaan–Paiton (11,20 km), Paiton–Besuki (25,60 km), Besuki–Situbondo (42,30 km), Situbondo–Asembagus (16,76 km), Asembagus–Bajulmati (37,45 km), dan Bajulmati–Ketapang (29,21 km).

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
