Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 April 2023 | 17.23 WIB

Gempa Mentawai, Air Laut Sempat Naik 11 Cm

SELAMATKAN DIRI: Warga Desa Muara Sikabaluan, Siberut UTara, berlindung di puskesmas saat gempa mengguncang Kepulauan Mentawai, Senin (25/4). - Image

SELAMATKAN DIRI: Warga Desa Muara Sikabaluan, Siberut UTara, berlindung di puskesmas saat gempa mengguncang Kepulauan Mentawai, Senin (25/4).

JawaPos.com - Kemarin (25/4) pagi terjadi gempa tektonik di pantai barat Sumatera. Gempa 6,9 SR itu membuat panik penduduk di sekitar Kepulauan Mentawai. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengumumkan potensi tsunami.

Kepala BMKG Dwikorita langsung menggelar konferensi pers sesaat setelah terjadi gempa. Dia menyampaikan, gempa pertama berlangsung pada pukul 03.00 dengan kenaikan air laut 11 cm. Gempa itu terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai. ”Episentrum gempa bumi terletak di laut pada jarak 177 km barat laut Kepulauan Mentawai. Kedalaman pusat gempa 23 km,” ujarnya.

Gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal. Dipicu aktivitas subduksi lempeng bumi Indo-Australia. ”Berdasar analisis, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan patahan naik,” ujarnya.

Dampak gempa bisa dirasakan hingga Siberut dan Mentawai. Termasuk di Padang Pariaman, Agam, dan Padang. ”Secara permodelan matematis, gempa ini berpotensi tsunami,” ucapnya.

Dwikorita menyebut daerah yang berpotensi tsunami dengan status waspada adalah Nias Selatan dan Pulau Tanabala, Sumatera Utara, dengan prediksi ketinggian gelombang maksimum 50 cm. (dee/mia/lyn/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore