Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 April 2023 | 21.55 WIB

Menhub Sebut Balon Udara Ganggu Penerbangan Arus Balik Lebaran

Bawaslu Kota Surakarta menghentikan pembahasan laporan PWSPP tentang pemalsuan dukungan oleh pasangan Bajo, karena tak memenuhi unsur pidana pemilihan. (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO) - Image

Bawaslu Kota Surakarta menghentikan pembahasan laporan PWSPP tentang pemalsuan dukungan oleh pasangan Bajo, karena tak memenuhi unsur pidana pemilihan. (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

JawaPos.com - Jelang puncak arus balik libur Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah, wisata balon udara mulai bermunculan di wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Kondisi ini dapat mengganggu jalannya kegiatan penerbangan.
 
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, banyaknya pemudik yang menggunakan pesawat terbang harus menjadi perhatian pemerintah agar keselamatannya terjamin. Oleh karena itu, segala bentuk penghambatan harus ditangani dengan baik.
 
 
"Sudah ada balon-balon udara di Pekalongan, Wonosobo ini mengganggu perjalanan pesawat di tempat itu," kata Budi melalui siaran virtual, Minggu (23/4).
 
Oleh karena itu, Budi meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar melakukan upaya preventif di lokasi-lokasi yang terdapat wisata balon udara. Dengan begitu, tidak mengganggu penerbangan.
 
 
"Saya mohon ke Kapolri memberikan catatan ke Kapolres di sana dan Jatim bagian selatan, dan memberikan penekanan," jelasnya.
 
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah diprediksi terjadi pada 24-25 April 2023. Sejumlah rekayasa lalu lintas pun siap diberlakukan untuk mengurai kepadatan pemudik.
 
 
Sigit mengatakan, arus mudik maupun balik tahun ini memiliki tantangan yang lebih berat untuk petugas. Sebab, angka pemudik tahun ini menjadi yang paling tinggi sejak periode mudik 2019 lalu.
 
"Perlu dilakukan langkah-langkah untuk melakukan rekayasa, untuk pengaturan di jalur tol maupun arteri," kata Sigit.
 
 
Rekayasa lalu lintas yang disiapkan petugas yakni one way, dan contra flow di jalan tol. Ada pula rencana penerapan ganjil genap di tol apabila volume kendaraan terus meningkat. 
 
"Ini akan diberlakukan agar beban jalan pada puncak arus balik bisa kita urai, distribusikan, karena memang beban 24-25 puncak arus balik memang harus diurai kalau tidak stuck karena bbenan terkait luas jalan ini memang beban yang ada melampaui kapasitas baik tol maupun arteri," imbuhnya.
 
 
Untuk one way direncanakan diterapkan seperti saat arus mudik. Yakni dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung sampai dengan KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama. Adapun waktu pemberlakuannya akan disesuaikan dengan pemantauan volume kendaraan yang melintas.
 
"Apabila harus dilkajukan one way sampai mengarah ke Jakarta kami mempersiapkan dari KM 70 kemudian 36, sampai 3+500, termausk contraflow kita sesuaikan dengan hitungan yang ada di Jasa Marga untuk pemantauan terkait volume kepadatan lalu lintas," pungkas Sigit.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore