
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir (ANTARA/Qadri Pratiwi)
JawaPos.com-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta negara hadir sehubungan dengan potensi perbedaan penentuan waktu Idul Fitri1444 H antara Muhammadiyah dengan pemerintah.
’’Lebaran boleh berbeda, tetapi kita bisa bersama merayakan dan melaksanakannya. Kalau besok ada perbedaan itu adalah hal yang lumrah karena ini soal ijtihad, sampai nanti kita bersepakat ada kalender Islam global," ujarnya, Minggu (16/4).
Di tengah perbedaan tersebut, ia meminta agar negara hadir secara adil dengan memberikan fasilitas yang sama. Terlebih dalam urusan keagamaan, jangan sampai terjadi rezimentasi agama di Indonesia hanya karena perbedaan
’’Kalau misalkan tidak memberi fasilitas yang selama ini digunakan menjadi milik negara untuk yang berbeda seperti besok Muhammadiyah Lebaran 21 (April 2023), tidak perlu bikin larangan," tegasnya. "Syukur lebih kalau silakan gunakan, hari ini digunakan Muhammadiyah, besok digunakan tanggal 22," tambah Haedar.
Sebelumnya, Muhammadiyah sudah menentukan Idul Fitri 1444 H, 1 Syawal, jatuh pada Jumat, 21 April 2023 mendatang. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dalam keterangannya.
"Menurut kriteria wujudul hilal yang tidak berpatokan pada penampakan, yaitu tidak terlihat dan terlihatnya, maka keesokan harinya sudah masuk bulan baru, yaitu untuk satu Syawal itu 21 April 2023," ujarnya, dikutip Minggu (17/4).
Penetapan tanggal pertama bulan Syawal itu, kata Syamsul memang kemungkinan berbeda dengan pemerintah. Bukan hanya bulan Syawal, perbedaan juga dapat terjadi di bulan Zulhijjah.
Pasalnya, ia mengatakan bahwa MABIMS atau gabungan dari berbagai Menteri Agama di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam memberi kriteria bahwa tinggi bulan sekurang-kurangnya tiga derajat dan elongasi 6,4 derajat.
"Menurut kriteria MABIMS tinggi bulan sekurang-kurangnya 3 derajat dan elongasi, yaitu jarak bulan dan matahari itu 6,4 derajat. Nah itu belum terpenuhi," jelas Syamsul.
Kriteria penentuan perpindahan bulan ke bulan itu, katanya, berdasarkan MABIMS perlunya hilal dapat dilihat. "Karena belum dapat dilihat, maka menurut kriteria MABIMS keesokan harinya belum terpenuhi syarat untuk memasuki bulan baru," tandasnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
