Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Maret 2018 | 20.20 WIB

PDIP Sinyalir Gerindra Ketakutan Ditinggal PKS

Joko Widodo (Jokowi) dideklarasikan sebagai calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). - Image

Joko Widodo (Jokowi) dideklarasikan sebagai calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

JawaPos.com – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno melihat adanya ketakutan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bakal ditinggalkan mitra koalisinya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyusul pernyataan dari Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.


Riza sebelumnya mengatakan, ada upaya dari pemerintah menjadikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon tunggal di Pilpres 2019. Menurut Hendrawan, tuduhan Riza itu tak berdasar.


Dia pun memastikan tidak ada upaya memunculkan calon tunggal di Pilpres 2019. “Tidak ada niatan ke sana (mendesain calon tunggal),” kata Hendrawan dihubungi, Jumat (2/3).


“Saya (justru) melihat ada nada Gerindra akan ditinggalkan teman. Karena PKS juga mulai memikirkan ulang langkah politiknya,” imbuhnya.


Atas dasar itu, Hendrawan menuturkan, alih-alih memikirkan tuduhan tak berdasar, saat ini PDIP lebih fokus mengawal program pemerintah.


“Kami fokus saja pada program kesejahteraan rakyat serta menjamin efektivitas dan efiensi pelaksanaanya,” tutur Hendrawan.


Sebelumnya, Ahmad Riza Patria mengatakan, upaya memunculkan calon tunggal sudah tercium saat partai pendukung pemerintah ngotot untuk mengesahkan syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebesar 20 persen kursi atau 25 persen suara nasional.


“Kami sudah mendeteksi, mengendus sejak awal pembentukan UU Pemilu dimungkinkan untuk adanya calon tunggal,” ujar Riza Patria saat dihubungi, Jumat.


Riza mengatakan, sebagai bentuk sikap tidak setuju dengan ketentuan tersebut, Fraksi Partai Gerindra pun walk out saat rapat paripurna pengesahan RUU Pemilu. Dia menambahkan, ketidaksepakatan Fraksi Partai Gerindra lantaran ada potensi Jokowi hanya akan melawan kotak kosong, alias sebagai calon tunggal.


Menurut Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini, adanya calon tunggal tidak baik bagi demokrasi di Indonesia. Pasalnya masyarakat menjadi tidak punya pilihan calon di pilpres 2019.


“Padahal sesuai UU, warga negara punya hak memilih dan dipilih. Kalau calon tunggal, masyarakat tidak punya pilihan lain karena hanya satu calon (kecuali kotak kosong),” pungkas Riza.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore