Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Februari 2025 | 20.29 WIB

Periksa Jalur Pantura, Korlantas Polri Temukan Banyak Kerusakan, Dorong Perbaikan Segera Berjalan

Anggota Satlantas Polres Situbondo memberikan tanda jalan berlubang di sepanjang jalan raya pantura Situbondo. (Novi Husdinariyanto/Antara) - Image

Anggota Satlantas Polres Situbondo memberikan tanda jalan berlubang di sepanjang jalan raya pantura Situbondo. (Novi Husdinariyanto/Antara)

JawaPos.com - Persiapan Operasi Ketupat 2025 terus dilakukan oleh Korlantas Polri. Setelah memeriksa kesiapan pengelola jalan tol, Kakorlantas Polri Brigjen Pol Agus Suryonugroho memeriksa kondisi jalan di Jalur Pantai Utara atau Pantura. Hasilnya, dia mendapati masih banyak jalan rusak yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Karena itu, dia mendorong segera dilakukan perbaikan jalan.

Menurut Brigjen Agus, kondisi tersebut tidak hanya berbahaya bagi pengguna jalan karena dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kerusakan jalan, kata dia, juga bisa menghambat arus lalu lintas.

Sehingga dapat menyebabkan terjadinya kemacetan. Apalagi bila volume kendaraan yang melintas tinggi. Lubang-lubang di Jalur Pantura harus sudah diperbaiki sebelum mudik lebaran tahun ini.

”Kami sudah menelusuri jalur itu dan memang banyak sekali jalan yang rusak. Jika tidak segera diperbaiki, bisa membahayakan para pemudik,” kata Agus melalui keterangan resmi pada Sabtu (8/2).

Agus memastikan, Korlantas Polri akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait agar perbaikan jalan di Jalur Pantura bisa segera dimulai. Mengingat mudik akan terjadi dalam waktu dekat. Temuan lapangan di Jalur Pantura, lanjut dia, bakal dibawa dalam rapat-rapat persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 maupun rapat-rapat terkait lainnya.

”Dalam rapat nanti, kami akan membahas lebih lanjut langkah percepatan perbaikan jalan. Negara sudah hadir untuk memastikan keselamatan pengguna jalan,” imbuhnya.

Selain itu, Agus juga menyoroti penyebab kerusakan jalan di Jalur Pantura. Menurut dia bukan hanya cuaca ekstrem yang membuat jalan di sana rusak. Aktivitas kendaraan Over Dimensi dan Overload atau ODOL juga berpengaruh terhadap kondisi jalan di Jalur Pantura. Karena itu, dia memastikan akan bertindak tegas terhadap kendaraan ODOL.

”Overload itu pelanggaran lalu lintas yang bisa ditilang, sedangkan over dimensi adalah kejahatan lalu lintas karena ada unsur kesengajaan dalam memodifikasi kendaraan di luar aturan yang berlaku,” ungkap dia.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore