Unjuk Rasa Bentrok Demo lanjutan dari mahasiswa yang tergabung dari berbagai macam aliansi protes UU Cipta Kerja, di kantor wakil rakyat Kaltim kembali diwarnai bentrok antara polisi dan massa, Kamis (5/11). Massa yang mulai anarkis memaksa untuk masuk ke
JawaPos.com - Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri angkatan-80 menyelenggarakan seminar internasional membahas tentang dampak negatif dari politik identitas di era post truth pada pelaksanaan Pemilu serentak 2024 di Jakarta, Rabu.
Kepala STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Nico Afinta menyebut pentingnya seminar internasional tersebut untuk memberikan pemahaman kepada para generasi muda khususnya mahasiswa STIK Polri supaya mendukung kelancaran Pemilu 2024.
“Seminar ini merupakan kegiatan penting sebagai tindakan preemtif dan preventif guna mencegah terjadinya praktik politik idenditas,” kata Nico.
Mantan Kapolda Jawa Timur itu menjelaskan, seminar dihadiri oleh empat pemateri yang kredibel dalam bidang keilmuannya, seperti Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia dan Stepi Anriani, pemerhati intelijen.
Seminar ini juga menjadi pembekalan sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa STIK Polri bila nanti lulus dapat melaksanakan tugas melakukan pencegahan dan edukasi sekaligus penegakan hukum kepada pelanggar aturan pemilu.
“Harapannya setelah mengetahui dan memahami bagaimana strategi penanganan isu-isu terkait dengan politik identitas di era post truth ini, setelah lulus nanti tahu bagaimana membentuk satuan tugasnya, bagaimana melaksanakan pencegahan, edukasinya, sekaligus penegakan hukum” paparnya.
Seminar internasional juga menghadirkan pembicara dari luar. Tema yang diangkat “Strategi Penanganan Praktik Politik Identitas di Era Post Truth pada Pelaksanaan Pemilu Serentak 2024”.
Seminar diikuti oleh kalangan mahasiswa STIK maupun mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya.
Menurut jenderal bintang dua itu, seminar yang digelar merupakan elemen penting baik dalam pemerintah maupun masyarakat karena dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman yang lebih baik mengenai isu-isu yang terkait dengan politik identitas di era post truth (politik pascakebenaran).
Mantan Staf Ahli bidang Sosial Budaya (Sahlih Sosbud) itu menambahkan, kualitas pemilu dan tata kelola demokrasi di Indonesia perlu diperkuat, salah satunya lewat seminar internasional ini.
“Diharapkan terciptanya kestabilan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkaitan langsung dengan terjaganya iklim dari aspek masyarakat,” kata Nico.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
