Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 23.33 WIB

Hasto Sebut Masuk Penjara Bagian dari Pengorbanan Cita-cita Seperti Bung Karno

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memenuhi panggilan penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/8/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memenuhi panggilan penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/8/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan, masuk penjara merupakan bagian dari pengorbanan demi mencapai cita-cita. Hasto memastikan, tidak akan pernah menyerah dengan segala bentuk intimidasi baik secara formal maupun nonformal.
 
"Sebagaimana dilakukan oleh Bung Karno, masuk penjara adalah bagian dari pengorbanan cita-cita," kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (26/12). 
 
Dalam kesempatan itu, Hasto memegang buku karya Cindy Adams berjudul Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Hasto mengatakan, buku tersebut menjadi kitab perjuangan dirinya dan kader PDIP. 
 
 
"Maka sebagai murid Bung Karno, saya mengikuti apa yang tertulis di dalam buku Cindy Adams ini," ucap Hasto. 
 
Menurut Hasto, ketika mendirikan PNI, prinsip yang dipegang Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno adalah nonkooperatif. Prinsip itu dipegang demi cita-cita Indonesia merdeka, demi rakyat berdaulat bisa berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapatnya.
 
"Maka penjara pun adalah suatu jalan dan bagian dari pengorbanan terhadap cita-cita," ujar Hasto.
 
Hasto mengutarakan, nilai-nilai itu diperjuangan seluruh kader PDIP. Ia pun menyebut, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kokoh berdiri menjaga demokrasi ketika muncul berbagai intimidasi, agar PDIP tidak memecat kader yang dianggap memiliki ambisi kekuasaan. 
 
"Maka pilihan untuk menghadapi tembok tebal kekuasaan itu wajib dilakukan oleh kader-kader PDI Perjuangan. Karena itulah nilai-nilai yang kami perjuangkan. Nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai kedaulatan rakyat, dan bagaimana membangun supremasi hukum. Hukum yang berkeadilan," papar Hasto. 
 
Karena itu, Hasto mengajak seluruh kader PDIP untuk tidak pernah takut menyuarakan kebenaran dan menjaga muruah PDIP. Serta muruah Megawati dari berbagai upaya yang ingin merongrong muruah dan kewibawaan partai hanya karena ambisi kekuasaan.
 
"Karena itulah sebagaimana kata para kader PNI ketika menghadapi hukuman gantung di Ciamis, hanya gara-gara memekikkan salam merdeka, merdeka, merdeka pada masa Belanda, maka mereka menuju tiang gantungan dengan mulut tersenyum dan kepala tegak. Mari, demi perjuangan terhadap cita-cita, demi nilai-nilai yang kita perjuangkan, risiko apapun, siap kita hadapi dengan kepala tegak dan mulut tersenyum. Terima kasih. Merdeka!" pungkasnya. 
 
Sebagaimana diketahui, KPK secara resmi menetapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka, pada Selasa (24/12). Orang kepercayaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terjerat dalam dua tindak pidana, yakni terkait dugaan penerimaan suap terhadap Wahyu Setiawan Komisioner KPU RI 2017-2022 atas pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI terhadap Harun Masiku.
 
Selain Hasto, KPK juga menetapkan Donny Tri Istiqomah yang merupakan orang kepercayaan Hasto dalam kasus dugaan pemberian suap. Sementara, Hasto Kristiyanto juga terjerat dugaan tindak pidana berupa penghalangan penyidikan KPK.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore