JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) mengumumkan sisa tiket penumpang kuota program mudik sepeda motor gratis libur Natal dan Tahun Baru atau Motis Libur Nataru akan dijual murah untuk masyarakat.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar mengatakan penjualan tiket murah sisa kuota Motis Nataru akan dilakukan 12 jam sebelum keberangkatan.
"Sisa kuota bangku itu tadi (Motis Nataru) mau kita jual 12 jam sebelum keberangkatan. Nah biasanya yang penuhnya di situ. Jadi masyarakat itu sudah paham, last minute motis itu nanti ada tiket murah. Mereka sudah banyak yang memanfaatkan dan menunggu itu," kata Arif dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (24/12).
Dia menjelaskan, penjualan tiket ini dilakukan karena ada banyak peserta Motis Libur Nataru yang menggunakan tiket penumpang satu orang. Padahal, setiap peserta memiliki kuota dua orang dan 1 infant atau penumpang yang berusia di bawah 3 tahun.
"Kebanyakan ini teman-teman hanya mendapatkan motor, terus satu orang aja yang berangkat. Kuota penumpangnya kemungkinan masih ada sisa. Nah ini kita buka nanti 12 jam sebelum pemberangkatan. Meski motornya tidak diberangkatkan, seatnya masih bisa dimanfaatkan," jelasnya.
Arif memastikan, khusus tiket yang dijual 12 jam sebelum keberangkatan ini akan dijual dengan harga berbeda dengan program Motis Libur Nataru.
Namun, ia menyebut secara harga akan lebih murah dibandingkan dengan tiket normal yang biasa dibeli masyarakat. Dengan rute terjauh, yakni Stasiun Pasar Senen - Stasiun Lempuyangan hanya dibanderol paling mahal sebesar Rp 59 ribu/tiket.
"Dibandingkan dengan tiket ekonomi PSO biasa, itu lebih murah. Khusus ke enam stasiun sesuai dengan layanan motis," ungkapnya.
Untuk diketahui, layanan Motis Libur Nataru tahun ini, para penumpang hanya dikenakan biaya Rp 10.000 untuk jarak kurang dari 226 kilometer (km). Sedangkan jarak di atas 226 km dikenakan tarif Rp 20.000.
Ia memastikan untuk tiket Motis yang dibanderol Rp 10.000 akan dijual menjadi Rp 37.000. Sementara untuk tiket Motis Rp 20.000 akan dijual menjadi Rp 59.000.
"Kalau yang biasa dengan motor Rp 10 ribu, itu menjadi Rp 37 ribu. Kalau yang dengan motor Rp 20 ribu, itu menjadi Rp 59 ribu," pungkasnya.
Meski begitu, DJKA memastikan bahwa jumlah ketersediaan tiket ini tidak menentu. Masyarakat diminta untuk selalu mengecek laman resmi
motis.djka.kemenhub.go.id dan media sosial resmi Instagram @motis.djka.
Sebagai catatan, Motis Libur Nataru ini akan melayani enam stasiun tujuan. Terdiri dari, Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Pasarsenen, Stasiun Purwokerto, dan Stasiun Lempuyangan.
Adapun pelaksanaan Motis Libur Nataru telah berlangsung sejak 20 Desember 2024 hingga 29 Desember 2024. Per 24 Desember 2024, kuota penumpang untuk tujuan Jakarta-Stasiun Lempuyangan masih tersedia mencapai 1.872 tiket.
Kuota tersebut terdiri dari 445 tiket untuk keberangkatan Kamis (26/12); sebanyak 485 tiket untuk keberangkatan Jumat (27/12); sebanyak 467 tiket untuk keberangkatan Sabtu (28/12), dan sebanyak 475 tiket untuk keberangkatan (Minggu (29/12).