
Prajurit TNI di depan monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman di Pulau Ndana, Nusa Tenggara Timur. (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto membuka sidang Tanwir dan Milad ke-12 Muhammadiyah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari ini, Rabu (4/12).
Dalam kesempatan itu, Prabowo memuji Muhammadiyah lantaran memiliki sejumlah kader yang memiliki nama besar. Salah satunya adalah Panglima TNI pertama, Jenderal Sudirman, yang dijadikan Prabowo sebagai tokoh inspiratif bagi dirinya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyoroti ungkapan-ungkapan yang disampaikan oleh Jenderal Sudirman yang tak kalah dengan tokoh-tokoh besar lainnya.
Yang berarti, meski hanya sebagai Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah, Jenderal Sudirman tetap memiliki keinginan belajar yang kuat.
“Jenderal Besar Sudirman tidak pernah melewati pendidikan militer dan Sesko di manapun. Tapi dia memimpin perang kemerdekaan dan menang,” kata Prabowo, sebagaimana dilansir dari laman resmi Persyarikatan Muhammadiyah.
Ungkapan Presiden Prabowo mengenai Jenderal Sudirman tentu membuka ingatan publik soal sosok sang jenderal besar. Berikut sosoknya.
Lahir di Purbalingga
Jenderal Sudirman merupakan pahlawan Nasional Indonesia. Dia lahir pada 24 Januari 1916 di Desa Bodas, Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah. Anak dari pasangan pekerja pabrik gula Karsid Kartawiraji dan Siyem.
Sejak kecil, Sudirman diasuh oleh Raden Cokrosunaryo, seorang camat di Rembang, hingga berusia 18 tahun.
Pada 1936, Jenderal Sudirman menikah dengan Siti Alfiah, temannya semasa sekolah. Pernikahan ini dikaruniai tujuh anak, tiga putra dan empat putri.
Yakni Ahmad Tidarwono, Muhammad Teguh Bambang Tjahjadi, Taufik Effendi, Didi Praptiastuti, Didi Sutjiati, Didi Pudjiati, dan Titi Wahjuti Satyaningrum.
Pendidikan Dasar di Hollandsch Inlandsche School (HIS)
Saat berusia tujuh tahun, Sudirman kecil terdaftar di sekolah pribumi Hollandsch Inlandsche School (HIS). Namun, pada tahun kelimanya bersekolah, Sudirman diminta untuk berhenti karena ejekan yang diterimanya di sekolah milik pemerintah.
Permintaan ini awalnya ditolak, tetapi akhirnya Sudirman dipindahkan ke sekolah menengah milik Taman Siswa pada tahun ketujuh.
Pada tahun kedelapan, Sudirman pindah ke Sekolah Menengah Wirotomo lantaran Sekolah Taman Siswa ditutup oleh Ordonansi Sekolah Liar karena diketahui tak terdaftar.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
