
Perempuan yang Jadi Cagub Jawa Timur: Luluk Nur Hamidah, Khofifah Indar Parawansa, dan Tri Rismaharini. (Jawa Pos)
JawaPos.com – Masa kampanye pilkada telah berakhir. Tiga pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Jatim sama-sama optimistis bakal memenangi kontestasi pilgub. Keyakinan itu muncul setelah melihat antusiasme masyarakat dalam setiap kampanye.
Cagub nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah optimistis bisa memenangkan pilgub Jatim. Sebab, pihaknya gencar menyosialisasikan jalan keluar atas permasalahan di Jatim selama berkampanye. Salah satunya terkait pemerataan ekonomi demi memperpendek jarak kesenjangan sosial antara masyarakat desa dengan perkotaan.
”Terakhir kami ini kampanye, ya respons masyarakat luar biasa. Itu yang kami rasakan dan dibuktikan dari berbagai survei, baik internal maupun yang dirilis media,” ujar Luluk di Jombang kemarin (23/11).
Luluk mengklaim bahwa elektabilitas pasangan yang diusung PKB itu mengalami tren positif disorot dari berbagai survei di media sosial. Hal tersebut, menurut dia, menjadi indikasi bahwa masyarakat Jawa Timur menginginkan perubahan. Terutama terkait pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak saat menyapa muslimat pada saat kampanye akbar Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur 2024 di Jatim Expo Surabaya, kemarin, Sabtu
Optimisme juga disampaikan paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Karena itu, Khofifah mengajak seluruh pendukungnya untuk ramai-ramai datang ke TPS. ’’Tolong dikawal suara masyarakat sampai selesai penghitungan di TPS,” ungkap Khofifah. Dia juga makin yakin karena seluruh mesin partai pendukungnya sudah dipanasi. Relawan-relawan juga bergerak secara masif.
Keyakinan yang sama disampaikan paslon Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) merasa optimistis karena telah turun langsung ke masyarakat di seluruh penjuru Jawa Timur. Dalam masa kampanye tersebut, mereka menyerap berbagai aspirasi dari seluruh elemen masyarakat. Mulai petani, nelayan, guru, pedagang, hingga elemen masyarakat lainnya.
Risma-Gus Hans menemukan berbagai permasalahan yang perlu diselesaikan. Keluhan terbesar berasal dari sektor pertanian. Risma menjelaskan bahwa irigasi, mahalnya harga pupuk, dan rendahnya harga jual hasil panen menjadi masalah. ”Saat petani membutuhkan pupuk, harganya mahal. Namun, ketika hasil panen dijual, harga yang diterima sering kali tidak sebanding dengan biaya produksi. Ini masalah mendasar yang harus kita selesaikan,” ungkap Risma di Surabaya kemarin (23/11). (hen/kkn/c6/c7/oni)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
