JawaPos.com - Dody Hanggodo telah resmi menjadi Menteri Pekerjaan Umum (PU) usai dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (21/10/2024).
Dody menggantikan posisi Basuki Hadimuljono yang sebelumnya menjabat sebagai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sebagaimana diketahui, pada Kabinet Merah Putih ini, Kementerian PUPR dipecah menjadi dua yakni Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Lantas siapa Menteri PU Dody Hanggodo?
Nama Dody Hanggodo masih begitu asing didengar. Namun, di kalangan pengusaha, namanya sudah tidak asing lagi.
Dikutip dari beberapa sumber, Dody Hanggodo merupakan pengusaha yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit.
Dody Hanggodo pernah menjabat sebagai Komisaris PT Pradiksi Gunatama Tbk pada tahun 2017 dan 2018. Kemudian, pada 2019 dan 2020 menjabat sebagai Komisaris PT Senabangun Anekapertiwi.
PT Pradiksi Gunatama Tbk sendiri merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan PT Senabangun Anekapertiwi merupakan perusahaan afiliasi atau entitas anak dari PT Pradiksi Gunatama Tbk.
Dody Hanggodo juga merupakan ayah dari Aushaf Fajr Herdiansyah, calon Wakil Bupati Nganjuk dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nganjuk tahun 2024. Aushaf Fajr Herdiansyah merupakan politikus partai Gerindra.
Diana Kusumastuti, Wakil Menteri PU Yang Berkarir dari Bawah
Walau Dody masih harus membuktikan kiprahnya di dunia infrastruktur, ia akan didukung oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, seorang pejabat karir berpengalaman di Kementerian PUPR.
Diana merupakan Sarjana Arsitektur dari Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 1991. Ia juga memperoleh gelar Magister Teknik Studi Pembangunan dari Institut Teknologi Bandung di tahun 2004.
Diana Kusumastuti merupakan pejabat karir di Kementerian PUPR. Diana telah meniti karir di Kementerian PUPR sejak 1993. Saat itu, ia hanyalah, pegawai biasa di Direktorat Bina Program.
Namun, perjalanan karirnya terus naik. Hingga akhirnya ia menduduki jabatan sebagai Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak Desember 2020. Hal itu membuktikannya mampu bersaing dalam dan menghasilkan pekerjaan yang terbaik.
Dia juga diketahui aktif mengembangkan sejumlah Kawasan pembangunan, diantaranya megaproyek Kawasan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Diana juga didapuk sebagai komisaris utama di perusahaan pelat merah PT Brantas Abipraya (Persero) sejak ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN SK-19/MBU/01/2023 pada 31 Januari 2023.