
Siti Aminah, 60, sambil menangis saat mendatangi posko crisis center di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10).
JawaPos.com - Tim SAR gabungan terus melakukan proses evakuasi korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10). Sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat diduga menjadi korban pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkal Pinang itu.
Bahkan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fraksi PKS bernama Murdiman menjadi korban dalam kecelakaan nahas tersebut. Kabar Murdiman hingga kini masih ditunggu oleh keluarga.
Kerabat dari Murdiman, Siti Aminah, 60, mengaku sudah mendatangi posko crisis center Lion Air yang berada di Cawang, Jakarta Timur. Kemudian dia mengaku mendapat nomor bangku dari keponakannya yang juga menjadi korban pesawat Boeing 737 Max 8.
"Nomer bangkunya udah ada 24 C. Namanya juga udah ada di daftar," kata Aminah sambil menangis saat mendatangi posko crisis center di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10).
Aminah mengaku membawa anak dari Murdiman dari Bangka Belitung untuk mencari barang yang dibawa saat hendak bertolak dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Karena tak bisa menahan tangis, Aminah bersama anak Murdiman tidak jadi mencari barang milik keponakannya itu.
"Di sini saya bawa anaknya mau melihat barang barang bapaknya siapa tahu ada. Tapi belum berani melihatnya," ucapnya berderai air mata.
Sambil mengusap air mata di wajahnya, Aminah bercerita bahwa keponakannya itu ke Jakarta untuk menghadiri rapat kerja di gedung DPR. Kemudian pada Senin (29/10) Murdiman berencana pulang ke daerahnya.
Menurut Aminah, seharusnya Murdiman bertolak ke Pangkal Pinang menggunakan pesawat Garuda. Namun karena mengejar waktu keponakannya itu naik pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.
Saat hendak bertolak ke Pangkal Pinang, Murdiman bersama dengan pendampingnya M Syafei serta sejumlah anggota DPRD Bangka Belitung lainnya yakni Tessa Kausar, Notulen Komisi 4, HK Djunaidi, Komisi 4, Muktar Rasyid, Dollar, Eling sutikno, dan Achmad Mugni.
"Sebenarnya dia naik Garuda bukan Lion, karena buru-buru ngambil pesawat pagi. Jadi dia pindah rupanya, takdirnya nahas begini," ucap Aminah dengan tersedu-sedu.
Memenuhi rasa penasaran dengan kondisi keponakannya, Aminah mengaku sudah mendatangi RS Polri Kramat Jati. Di sana dia telah dites DNA oleh pihak DVI Polri.
Kendati demikian, Aminah masih menaruh harapan kepada tuhan agar keponakannya selamat dari musibah nahas jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.
"Harapannya ketemu masih hidup," harap Aminah berderai air mata.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
