Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 September 2024 | 23.23 WIB

KSAU Singgung Pembentukan Satuan Antariksa, Pemerhati Isu Militer Sebut untuk Respons Perkembangan Lanskap Keamanan

SAH MENJABAT: Marsekal Madya Mohamad Tonny Harjono saat dilantik sebagai KSAU sekaligus kenaikan pangkat sebagai marsekal oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/4).

JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menyinggung soal kemungkinan Angkatan Udara membentuk satuan baru. Yakni Satuan Antariksa. Menurut orang nomor satu di TNI AU itu, Satuan Antariksa dibutuhkan untuk menambah kekuatan dalam menjaga dan melindungi wilayah udara Indonesia. 

Keterangan tersebut disampaikan oleh Tonny melalui sambutan yang disampaikan oleh Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Prabowo, dalam Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia ke-6 yang berlangsung di Gedung Sabang Merauke Akademi Angkatan Udara, Jogjakarta pada Kamis (26/9). 

Seminar dengan tajuk Space Capability Development dalam Memperkuat Pertahanan NKRI Melalui Pembentukan Satuan Ruang Angkasa. ”Perlu diakui bahwa untuk membentuk Satuan Antariksa TNI, Angkatan Udara membutuhkan waktu yang cukup lama,” ungkap Purwoko Aji sebagaimana dikutip oleh JawaPos.com dari siaran dalam jaringan (daring) pada kanal YouTube resmi TNI AU pada Jumat (27/9). 

Dalam sambutan itu, Tonny mengungkapkan bahwa beberapa negara maju pun masih belum sepenuhnya mandiri dalam pengembangan teknologi ruang angkasa. Mereka terus berupaya untuk berkolaborasi antara satu lembaga dengan lembaga lainnya. Khususnya terkait dengan anggaran. Sebab, teknologi ruang angkasa membutuhkan biaya tidak sedikit. 

Pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyampaikan bahwa pembentukan Satuan Antariksa merupakan respons atas lanskap keamanan global yang semakin kompleks. ”Yang tidak lagi terbatas pada darat, laut, dan udara. Tetapi juga merambah ke ruang angkasa,” terang dia kepada awak media di Jakarta.

Fahmi menyampaikan bahwa ruang angkasa saat ini dipandang sebagai garis depan atau frontier baru dalam pertahanan global. Utamanya yang terkait dengan pesawatnya perkembangan teknologi satelit, komunikasi, dan eksplorasi antariksa oleh beberapa negara. Dia pun menyampaikan bahwa saat ini sudah ada beberapa negara yang memiliki space force. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore