
Arzeti Bilbina saat ditemui di bilangan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (22/1). (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com–Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina meminta pemerintah bersama aparat penegak hukum gencar melakukan razia terhadap maraknya peredaran minuman keras oplosan di Demak, Jawa Tengah (Jateng) yang diberi label Es Moni. Hal ini menyusul modus penjualan Es Moni yang semakin banyak, sehingga menimbulkan kekhawatiran dari sisi kesehatan, terutama bagi anak-anak remaja.
”Kami prihatin dengan maraknya peredaran Es Moni yang merupakan minuman keras oplosan ini karena sekarang modus penjualannya sudah semakin banyak. Pemerintah dan aparat berwajib harus meningkatkan operasi razia dan pengawasannya,” kata Arzeti Bilbina kepada wartawan, Jumat (20/9).
Es Moni diketahui dibuat dari bahan dasar arak tradisional dan dicampur dengan susu, serta minuman berenergi sachet pabrikan, yang dikemas menyerupai es teh jumbo. Sehingga cukup digandrugi anak muda karena rasanya dianggap enak dan menyegarkan. Apalagi harganya sangat murah yakni di kisaran Rp 8-10 ribu per cup.
Bila sebelumnya Es Moni dijual di tempat hiburan malam dan warung, kini minuman keras oplosan tersebut juga banyak ditemukan di angkringan-angkringan. Arzeti mendukung penertiban yang dilakukan pihak Satpol PP.
”Tentunya razia yang masif ini harus dioptimalkan dengan penegakan hukum yang tegas. Kami mendukung tindakan petugas yang akan menutup paksa lapak dan memproses hukum penjual kalau masih tetap ngeyel menjual Es Moni,” tutur Arzeti.
Arzeti menegaskan, pentingnya pengawasan dan penegakan hukum agar tren Es Moni agar tidak menjamur ke daerah lain. Karena itu, penertiban dan penegakan hukum harus menjadi prioritas.
”Peredaran minuman keras oplosan seperti Es Moni ini harus disetop agar tidak semakin marak dan menjamur ke daerah-daerah lain. Kerja sama lintas instansi dapat diefektifkan untuk menghilangkan produk ilegal tersebut dari pasaran,” ungkap Arzeti.
Anggota DPR yang membidangi urusan kesehatan itu pun meminta pemerintah, khususnya pemerintah daerah (pemda) untuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Es Moni bagi kesehatan. Arzeti mengatakan, sosialisasi dapat menggunakan berbagai sarana, termasuk platform media sosial yang banyak digunakan generasi muda.
”Kandungan alkohol dalam arak sudah pasti sangat berbahaya bagi kesehatan. Apalagi dicampur dengan bahan-bahan lain yang kita belum ketahui keamanannya. Belum lagi minuman beralkohol juga punya dampak-dampak sosial dan keamanan,” papar Arzeti.
Arzeti menambahkan, pemerintah harus merinci dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang bahaya mengonsumsi minuman alkohol oplosan. Selain mengganggu pencernaan, minuman keras dapat merusak organ tubuh.
”Informasi-informasi seperti inilah yang harus disosialisasikan kepada masyarakat agar paham dampak dari mengonsumsi minuman keras oplosan,” ujar Arzeti.
Arzeti juga menyoroti mudahnya akses Es Moni didapatkan masyarakat. Sehingga khawatir pada dampak sosialnya, terutama bagi anak muda.
”Karena anak remaja cenderung penasaran dan sedang dalam masa mencari jati diri sehingga gampang terpengaruh tren. Maka penting sekali akses peredaran minuman alkohol oplosan ini dihentikan,” ucap Arzeti.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
