Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 September 2024 | 21.52 WIB

Luhut: Di Indonesia Akan Ada Fasilitas Perawatan Pesawat di Halim, Tak Perlu Lagi Pergi ke Singapura

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sedang meninjau langsung delegasi pilot pesawat tempur Australia di event Bali International AirShow 2024. - Image

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sedang meninjau langsung delegasi pilot pesawat tempur Australia di event Bali International AirShow 2024.

JawaPos.com - Bali International Airshow (BIAS) yang dibuka hari ini diharapkan bisa menjadi titik balik perekonomian, pariwisata, dan industri aviasi tanah air.

Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat membuka Bali International Airshow yang berlangsung South Apron Bandara Ngurah Rai, Bali.

Indonesia sempat vakum menggelar event ini, terakhir digelar pada tahun 1996. Menurut Luhut, melalui ajang ini sekaligus menjadi tanda kesiapan Indonesia berkolaborasi dengan berbagai sektor kedirgantaraan dalam dan luar negeri.

"Jadi sudah 28 tahun kita terakhir menggelar even ini. Kenapa kita buat sekarang? Karena kita ingin Indonesia masuk peta industri pesawat terbang. Dan kita rancanglah dua tahun lalu. Tapi kita tidak menduga juga, begitu cepat, responsif, ini sebenarnya karena mereka melihat masa depan Indonesia bagus," ujarnya saat membuka even BIAS (18/9) di Bali.

Luhut melanjutkan, setelah absen sekian lama sekarang bisa dilihat sangat ramai sekali, bisa dikatakan ini untuk pertama kali. Bali Airshow juga sebagai unjuk gigi Indonesia sebagai negara yang punya kompetensi dan daya saing di dunia aviasi.

"Kehadiran perusahaan-perusahaan besar bukan cuma pameran. Ini titik balik strategis industri aviasi Indonesia dengan produk berkualitas tinggi. Misalnya pesawat produksi PT Dirgantara N219," katanya.

Selain ekonomi dan sosial, Luhut juga menyinggung terkait posisi Indonesia di dunia politik dan pertahanan. Kehebatan industri penerbangan Indonesia akan memperkuat sektor pertahanan dan kedaulatan negara, serta keamanan regional.

"Indonesia itu punya potensi banyak sekali. Mereka melihat dengan ekonomi kita yang sangat menjanjikan dari digitalisasi, teknologi dan sumber mineral kita yang banyak. Seperti yang baru ditandatangani dua perusahaan, untuk membuat maintenance pesawat di Halim. Saya kira ini sangat bagus," ujarnya.

Maka menurut Luhut upaya Indonesia sebagai negara yang memiliki keberlanjutan dalam industri aviasi dapat terwujud. Salah satunya untuk memajukan industri kedirgantaraan nasional.

Indonesia yang merupakan negara kepulauan, dunia penerbangan dan sektor industrinya menjadi tonggak masa depan. Wajar bila dunia aviasi mempunyai peluang besar. Punya kesempatan bagus untuk membentuk kolaborasi dan investasi.

"Pasti punya transaksi bisnis kalau kita bikin maintenance di Halim. Itu fasilitas yang bagus sekali untuk pesawat. Kenapa kita harus pergi ke Singapura, kalau bisa kita lakukan maintenance standar bagus," ujarnya.

Luhut meyakinkan bahwa semua negara akan mau terkait adanya fasilitas perawatan pesawat. Karena negara lain melihat Indonesia sekarang beda dengan lima tahun lalu.

"Kita jangan cepet-cepet pesimis. Itu semua ada proses. Pemerintah punya inovasi yang banyak. Presiden Jokowi maupun Presiden terpilih, arahnya sama. Kita dukung aja," pungkasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore