
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sedang meninjau langsung delegasi pilot pesawat tempur Australia di event Bali International AirShow 2024.
JawaPos.com - Bali International Airshow (BIAS) yang dibuka hari ini diharapkan bisa menjadi titik balik perekonomian, pariwisata, dan industri aviasi tanah air.
Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat membuka Bali International Airshow yang berlangsung South Apron Bandara Ngurah Rai, Bali.
Indonesia sempat vakum menggelar event ini, terakhir digelar pada tahun 1996. Menurut Luhut, melalui ajang ini sekaligus menjadi tanda kesiapan Indonesia berkolaborasi dengan berbagai sektor kedirgantaraan dalam dan luar negeri.
"Jadi sudah 28 tahun kita terakhir menggelar even ini. Kenapa kita buat sekarang? Karena kita ingin Indonesia masuk peta industri pesawat terbang. Dan kita rancanglah dua tahun lalu. Tapi kita tidak menduga juga, begitu cepat, responsif, ini sebenarnya karena mereka melihat masa depan Indonesia bagus," ujarnya saat membuka even BIAS (18/9) di Bali.
Luhut melanjutkan, setelah absen sekian lama sekarang bisa dilihat sangat ramai sekali, bisa dikatakan ini untuk pertama kali. Bali Airshow juga sebagai unjuk gigi Indonesia sebagai negara yang punya kompetensi dan daya saing di dunia aviasi.
"Kehadiran perusahaan-perusahaan besar bukan cuma pameran. Ini titik balik strategis industri aviasi Indonesia dengan produk berkualitas tinggi. Misalnya pesawat produksi PT Dirgantara N219," katanya.
Selain ekonomi dan sosial, Luhut juga menyinggung terkait posisi Indonesia di dunia politik dan pertahanan. Kehebatan industri penerbangan Indonesia akan memperkuat sektor pertahanan dan kedaulatan negara, serta keamanan regional.
"Indonesia itu punya potensi banyak sekali. Mereka melihat dengan ekonomi kita yang sangat menjanjikan dari digitalisasi, teknologi dan sumber mineral kita yang banyak. Seperti yang baru ditandatangani dua perusahaan, untuk membuat maintenance pesawat di Halim. Saya kira ini sangat bagus," ujarnya.
Maka menurut Luhut upaya Indonesia sebagai negara yang memiliki keberlanjutan dalam industri aviasi dapat terwujud. Salah satunya untuk memajukan industri kedirgantaraan nasional.
Indonesia yang merupakan negara kepulauan, dunia penerbangan dan sektor industrinya menjadi tonggak masa depan. Wajar bila dunia aviasi mempunyai peluang besar. Punya kesempatan bagus untuk membentuk kolaborasi dan investasi.
"Pasti punya transaksi bisnis kalau kita bikin maintenance di Halim. Itu fasilitas yang bagus sekali untuk pesawat. Kenapa kita harus pergi ke Singapura, kalau bisa kita lakukan maintenance standar bagus," ujarnya.
Luhut meyakinkan bahwa semua negara akan mau terkait adanya fasilitas perawatan pesawat. Karena negara lain melihat Indonesia sekarang beda dengan lima tahun lalu.
"Kita jangan cepet-cepet pesimis. Itu semua ada proses. Pemerintah punya inovasi yang banyak. Presiden Jokowi maupun Presiden terpilih, arahnya sama. Kita dukung aja," pungkasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
