
ILUSTRASI: Masjid 99 Kubah Makassar, Sulawesi Selatan. (Nur Suhra Wardyah/Antara)
JawaPos.com - Nabi Musa merupakan salah satu dari 25 nabi yang wajib dipercayai atau diimani umat Islam, sebagaimana yang tertuang dalam rukun Iman.
Sebelum masuk ke pembahasan, sebetulnya ada perbedaan antara nabi dan rasul. Nabi adalah mereka yang diberi wahyu oleh Allah SWT tetapi tidak diperintahkan untuk menyebarkan ajarannya, sedangkan rasul adalah mereka yang mendapat wahyu dan wajib untuk menyampaikan kepada umatnya.
Nabi Musa adalah nabi yang penting menurut agama-agama Abrahamik. Dia lahir di Mesir pada zaman Fir’aun berkuasa. Musa pertama kali mendapat wahyu di bukit Thursina, Saat itu Musa sudah menikah dengan anak dari Nabi Syuaib yang bernama Shafura, mereka berdua pun menuju ke Negara Mesir.
Ketika mereka tiba di sebuah bukit saat malam tiba, ia melihat sebuah cahaya dan Musa mendekati asal sinar tersebut. Setibanya di sana terdengar sebuah suara yang menuju ke arah Musa. Wahyu yang ia terima saat itu kurang lebih begini, “Musa, kamu sedang berada di sebuah lembah suci, lepaskan terompah yang kamu kenakan dan kamu menjadi rasul utusanKu.”
Allah memberinya wahyu berupa Taurat. Ia memiliki mukjizat berupa membelah lautan ketika dirinya dan Bani Israil dikejar balatentara Fir’aun, karena kezalimannya akhirnya Fir’aun dan balatentaranya tidak berhasil menyebrangi lautan yang sedang dibelah oleh Nabi Musa dan tenggelam selama-lamanya.
Doa adalah senjata para Hamba Allah, semua orang pasti pernah memanjatkannya, termasuk para Nabi-nabi. Berikut adalah doa yang dibaca Nabi Musa selama hidupnya:
قَالَ رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى
وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى
وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى
يَفْقَهُوا۟ قَوْلِى
Artinya: Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” Q.S Thaha ayat 25-28.
Nabi Musa mengucapkan doa ini setelah ia diminta oleh Raja Firaun untuk memakan bara api. Pada saat itu Nabi Musa khawatir tak akan bisa berdakwah dengan baik karena setelah menelan bara api tersebut, ia menjadi cadel.
Tapi karena kekuasaan Allah dan dari permohonan yang diucapkan melalui doa ini maka Allah pun memberinya kemudahan. Misalnya kemudahan saat ia berdakwah, yaitu dengan cara mengutus Nabi Harun untuk membantu berdakwah dan menyampaikan ajaran tauhid yang benar.
قَالَ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
