Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Agustus 2024 | 15.46 WIB

Lakukan Media Visit JawaPos Group, Prakerja Beberkan Program Terbaru

Jajaran tim media Prakerja melakukan kunjungan media ke Jawa Pos Group di Gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diterima tim manajemen dan redaksi, Rabu, 7 Agustus 2024. (Dimas Choirul) - Image

Jajaran tim media Prakerja melakukan kunjungan media ke Jawa Pos Group di Gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diterima tim manajemen dan redaksi, Rabu, 7 Agustus 2024. (Dimas Choirul)

JawaPos.com - Jajaran tim media Prakerja melakukan kunjungan media ke Jawa Pos Group di Gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu, 7 Agustus 2024. Kunjungan ini merupakan bentuk kerja sama dengan perusahaan media dalam menyebarkan program pemerintah dalam pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan.

Kunjungan ini dihadiri oleh Lydia Maria Kusnadi selaku Head Komunikasi Prakerja; Priscilla Sumbayak selaku Spesialis Perencanaan Media Prakerja; serta jajaran redaksi dan tim bisnis Jawa Pos Group.

Dalam kesempatan itu, Lydia mengatakan, sebagai bagian dari manajemen pelaksana (PMO) program Kartu Prakerja yang sudah berjalan hingga empat tahun, pihaknya telah memberikan manfaat beasiswa kepelatihan ke 18,9 juta masyarakat Indonesia.

Adapun, kata Lidya, beasiswa pelatihan yang disajikan pihaknya mencakup banyak bidang, mulai dari pemasaran, bisnis, hingga teknologi. "Jadi kami sekarang melihat bahwa kebutuhan talenta tenga kerja digital ini semakin meningkat. Jadi kami sedang mendorong untuk adanya pelatihan cloud computing misalnya atau big data, data scince atau AI dan sebagainya," terang Lidya.

Lidya menjelaskan, penerima manfaat Prakerja saat ini sudah memasuki gelombang ke-71. Di mana, untuk skema penerima manfaat prakerja saat ini berbeda dari dua tahun sebelumnya yang menggunakan skema semibansos karena Covid-19.

Lidya menambahkan, mulai tahun 2023 diberlakukan skema normal yang tidak lagi bersifat semi bantuan sosial, sehingga lebih difokuskan pada peningkatan keahlian dengan porsi biaya pelatihan yang lebih tinggi daripada insentif.

"Nah di skema ini pelatihan yang ada terdiri dari dua jenis yaitu pelatihan online yang bentuknya adalah webinar dan offline di mana teman-teman harus datang ke lokasi untuk ikut," ujarnya.

Nilai bantuan yang akan diterima peserta pun berbeda. Menjadi Rp 4,2 juta per individu dari sebelumnya Rp 3,5 juta per individu. Tapi, biaya pelatihan lebih tinggi ketimbang insentifnya. Terdiri atas biaya pelatihan Rp 3,5 juta, insentif pasca pelatihan Rp600.000 yang akan diberikan satu kali, serta insentif survei Rp 100.000 untuk dua kali pengisian survei.

Berbeda dengan skema semibansos sebelumnya, peserta mendapat biaya pelatihan Rp 1 juta, insentif setelah pelatihan Rp 2,4 juta yang diberikan sebanyak empat kali selama empat bulan (Rp 600.000 per bulan), dan insentif survei Rp 150.000.

Lidya menegaskan, manfaat Kartu Prakerja ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang sedang/belum bekerja saja. Bagi masyarkat umum/pekerja yang ingin meningkatkan keahlian softskill pun dapat mengikuti program tersebut. Apalagi, saat ini, pihak Prakerja sendiri punya program baru seperti Indonesia Skill Swicth yang akan launching di pertengahan Agustus 2024 ini.

"Nanti pengumuman yang bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali termasuk mahasiswa juga," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore