
Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
JawaPos.com - Pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) reguler dibuka mulai kemarin (11/4) hingga 5 Mei mendatang. Pada penutupan hari pertama kemarin sore, masih sangat sedikit calon jemaah haji (CJH) yang melakukan pelunasan.
Merujuk rekapitulasi Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, persentase pelunasan pada hari pertama tercatat 2,39 persen. Perinciannya, dari 190.897 kuota jemaah haji reguler, yang telah melunasi sebanyak 5.065 orang (2,65 persen). Kemudian, untuk kuota prioritas lansia, baru 152 orang lunas (1,5 persen) dari 10.166 kuota.
Kondisi tersebut sangat kontras dengan musim haji 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, pada hari pertama ada 19.401 CJH reguler yang melakukan pelunasan. Dengan kuota haji reguler saat itu 204 ribu jemaah, artinya hampir 10 persen CJH yang melunasi biaya haji.
Tahun ini pelunasan biaya per jemaah terbilang cukup besar. CJH embarkasi Surabaya, misalnya, harus menyiapkan uang Rp 30,9 juta untuk pelunasan. Sebab, biaya haji yang ditanggung jemaah embarkasi Surabaya mencapai Rp 55,9 juta, dikurangi setoran awal Rp 25 juta.
Terkait masih sedikitnya CJH yang melunasi biaya haji, Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief mengatakan, tahapan pelunasan tersebut masih proses awal. Dia menjelaskan, ketentuan pelunasan BPIH reguler itu diatur dalam Keputusan Menteri Agama 352/ 2023 yang dikeluarkan Senin (10/4) malam. Di dalam aturan itu, pelunasan BPIH reguler dibuka mulai 11 April sampai 5 Mei.
Aturan itu juga menetapkan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) untuk masing-masing embarkasi. Bipih adalah biaya haji yang ditanggung jemaah atau direct cost. ”Jika sampai batas akhir masih ada kuota yang belum terisi, masa pelunasan dapat diperpanjang,” katanya. Ketentuan soal perpanjangan akan diatur lebih lanjut melalui ketetapan Dirjen PHU Kemenag.
Kemenag sejatinya sudah mengantisipasi kekosongan atau sisa kuota haji. Yaitu, dengan membuka pelunasan untuk kuota haji cadangan. Tahun ini jumlah kuota haji cadangan mencapai 19.088 orang. Sampai kemarin, jumlah pelunasan kuota haji cadangan berjumlah 106 orang atau 0,56 persen.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah menyampaikan perkembangan pengelolaan dana haji. ”Saat ini ada Rp 168 triliun dana haji. Hampir Rp 170 triliun,” katanya dalam launching program kemaslahatan Ramadan 2023 di Jakarta kemarin.
Fadlul menjelaskan, ada dua jenis dana yang mereka kelola. Yaitu, dana haji yang bersumber dari uang setoran awal pendaftaran haji Rp 25 juta per orang. Lalu, yang kedua adalah dana abadi umat (DAU). (wan/eko/c7/fal)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
