Pengecekan arah kiblat di Masjid Abwabul Jannah di Desa Ceplak, Kecamatan Sukamulya, Kab. Tangerang (27/5).
JawaPos.com - Posisi matahari pada Senin (27/5) pukul 16.18 WIB berada persis di atas Kakbah. Fenomena langka ini, biasa disebut sebagai Istiwaul A'zam. Pada momen ini, umat Islam bisa melakukan verifikasi atau pengecekan posisi kiblat mereka sudah benar atau tidak.
Sesuai dengan data yang diterima Kementerian Agama (Kemenag), posisi matahari berada persis di atas Kakbah pada Senin (27/5) pukul 12.18 waktu Arab Saudi. Jika dikonversi ke Indonesia, sama dengan pukul 16.18 WIB.
Karena ada perbedaan waktu empat jam antara Arab Saudi dengan Jakarta. Di mana waktu Arab Saudi lebih cepat ketimbang Jakarta.
Dengan posisi matahari yang persis di atas Kakbah, maka semua bayangan dari penjuru dunia, berada lurus dengan Kakbah. Sehingga umat Islam di dunia, termasuk di Indonesia, bisa mengecek apakah posisi kiblat di masjid, musala, atau di rumah masing-masing sudah menghadap kakbah atau belum.
Kemenag juga melakukan video call atau sumbangan langsung dengan tim di Makkah. Tim tersebut berada persis di sebelah Kakbah. Tim tadi melaporkan bahwa memang benar matahari berada di atas Kakbah. Jadi pada saat itu, Kakbah tidak ada bayangannya.
Direktur Urusan Agama Islam (Urais) Ditjen Bimas Islam Kemenag Adib mengatakan ada 1 juta lebih masyarakat yang mengikuti program Sejuta Kiblat. "Bukan kiblatnya ada satu juta," kata Adib usai menerima Piagam Rekor MURI di Jakarta pada Senin (27/5). Dia mengatakan sejuta kiblat itu adalah jumlah masyarakat yang mengikuti prosesi pengecekan posisi arah kiblat.
Adib mengatakan angka persis peserta yang mengikuti arah kiblat sebanyak 1.080.000 masyarakat. Mereka tersebar di banyak daerah. Ada yang di masjid, musala, rumah, pesantren, dan tempat umum lainnya.
Dia mengatakan, dengan pengecekan arah kiblat, membuat ibadah menjadi lebih khusyuk. "Karena semakin yakin arah kiblatnya sudah pas," katanya.
Menurut Adib, fenomena Istiwaul A'zam sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Karena lewat fenomena itu, mengecek arah kiblat tidak perlu menggunakan alat seperti kompas atau sejenisnya. Kemudian juga tidak perlu menggunakan perhitungan hisab yang rumit. Masyarakat cukup keluar rumah dan menghadap ke arah matahari untuk meluruskan arah kiblat.
Adib mengatakan bagi masyarakat yang belum bisa memantau pada hari ini, masih bisa dilakukan pada Selasa (28/5). Pada jam yang sama, yaitu pukul 16.18 WIB.
"Mungkin hari ini mendung atau hujan, besok masih bisa mengecek arah kiblat," tuturnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
