
Ilustrasi bus pariwisata.
JawaPos.com–Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong kolaborasi seluruh pihak terkait untuk memperkuat pengawasan terhadap kelaikan bus pariwisata di Indonesia.
Dalam The Weekly Brief With Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (13/5), Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, berkaca dari kecelakaan bus pariwisata yang ditumpangi siswa SMK Lingga Kencana di Subang, Jawa Barat, pada 11 Mei, perlu dilakukan peningkatan manajemen krisis dalam mengantisipasi kejadian serupa. Salah satunya melalui peningkatan pengawasan kelayakan bus pariwisata.
”Kecelakaan ini terpicu oleh kondisi kendaraan yang tidak laik,” kata Menparekraf Sandiaga.
Pengawasan tersebut, kata Sandiaga, salah satunya bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi Sistem Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda (Spionam) dari Kementerian Perhubungan.
”Kita harus terus melakukan edukasi yang lebih baik dan memberikan informasi kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengecek data di Kementerian Perhubungan dan asosiasi agen perjalanan, mana yang lolos penilaian melalui aplikasi Spionam. Sehingga ini mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi,” kata Sandiaga Uno.
Sementara itu, Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis Fadjar Hutomo dalam keterangannya menambahkan, Kemenparekraf senantiasa menyosialisasikan kampanye pemilihan bus pariwisata yang lulus uji laik. Hal itu terus dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif, mengingat masih tingginya frekuensi kejadian dan korban yang ditimbulkan.
”Kita juga perlu intervensi ke usaha pariwisata di bawah pembinaan Kemenparekraf seperti biro perjalanan wisata dan pengelola tempat wisata, dan harus melibatkan peran aktif asosiasi pelaku parekraf untuk memperhatikan kelaikan bus pariwisata, memperhatikan jadwal perjalanan, dan penyiapan fasilitas istirahat bagi pengemudi bus. Masyarakat juga harus terus diedukasi agar hanya memilih dan menggunakan bus pariwisata yang lulus uji laik melalui aplikasi Spionam,” ujar Fadjar.
Pada Sabtu (11/5), bus Putera Fajar yang ditumpangi para siswa dan guru SMK Lingga Kencana terguling di kawasan Ciater, Subang, dan menewaskan 11 orang dengan puluhan lainnya luka-luka. Bus ini juga diketahui tidak memiliki izin angkutan dan status lulus uji berkala telah kedaluwarsa sejak 6 Desember 2023.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
