
REMUK: Petugas berusaha mengevakuasi jenazah para penumpang Gran Max yang terbakar setelah terlibat kecelakaan di Km 58 Tol Jakarta-Cikampek kemarin (8/4).
JawaPos.com - Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyebutkan, kecelakaan di Km 58 tol Cikampek disebabkan sopir Gran Max bekerja melebihi waktu. Selain itu, mobil tersebut bukan travel resmi.
”Jika dilihat dari waktu kerja, pengemudi melebihi waktu kerja yang telah ditentukan sehingga kekurangan waktu istirahat,” katanya.
Dampak mengemudi dalam keadaan kurang istirahat yang cukup adalah kemampuannya untuk berkonsentrasi berkurang. ”Dalam situasi seperti ini, pengemudi akan sangat mudah mengalami microsleep,” jelasnya.
Dari hasil penyidikan terungkap bahwa pada Jumat (5/4), kendaraan travel tidak resmi itu berangkat sekitar pukul 19.30 dari Ciamis menuju Jakarta untuk menjemput penumpang. Lalu, Sabtu (6/4), kendaraan itu berangkat dari Jakarta pada siang hari untuk mengantar penumpang ke Ciamis sekaligus menjemput penumpang lain. Pada Minggu (7/4), kendaraan berangkat pada pagi hari dari Ciamis menuju Jakarta untuk mengantar penumpang. ”Setelah itu, beristirahat dan pada sore hari berangkat menuju Ciamis untuk mengantar penumpang. Setelah itu, pada malam hari menuju Jakarta untuk menjemput dan tiba di Jakarta pukul 00.00,” beber Soerjanto.
Pada Senin (8/4), sopir travel menjemput penumpang pukul 02.00 ke Depok. Lanjut pukul 03.30, sopir menjemput ke Cilebut dan sekitar pukul 05.30 menjemput ke Bekasi. Baru sekitar pukul 06.00 travel berangkat menuju Ciamis.
”Kendaraan ini juga berpenumpang 12 orang. Seharusnya berkapasitas sembilan penumpang. Belum lagi ditambah dengan barang bawaannya,” bebernya. Menurut Soerjanto, hal itu menambah ketidakstabilan kendaraan.
Sementara itu, daftar kecelakaan di jalan tol pada arus mudik Lebaran 2024 bertambah panjang. Kemarin (11/4) kecelakaan tunggal bus PO Rosalia Indah terjadi di tol Km 370 A Semarang– Batang pukul 06.35. Tepatnya di wilayah Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Tujuh orang meninggal dalam insiden tersebut.
Kecelakaan itu dipicu kondisi sopir bus bernopol AD 7019 OA tersebut yang kelelahan dan sempat mengalami microsleep.
Bus yang melaju dari arah barat itu kemudian keluar dari jalan dan masuk ke parit.
Kakorlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan menuturkan, temuan di lapangan menunjukkan tidak ada jejak pengereman. ”Keterangan saksi (pengemudi, Red) memang dari awal sudah lelah. Kemudian, kemungkinan terjadi microsleep di TKP sehingga terjadi kecelakaan tunggal,” ungkap Aan di RSI Kendal kemarin dilansir dari Radar Semarang.
Kasatlantas Polres Batang AKP Wigiyadi menjelaskan, Jalur Widodo, sopir bus nahas tersebut, melajukan kendaraannya di jalur dua (sisi kiri). Lantaran sopir mengantuk, bus hilang kendali hingga masuk ke parit. ”Kira-kira di parit titik awal Km 370+50 dan titik terakhir di Km 370+200. Berarti sekitar 150 meter masuk paritnya,” bebernya.
Menurut Wigiyadi, kejadian itu menimbulkan korban cukup banyak karena bus jatuh secara cepat ke parit. Dia mengonfirmasi ada penumpang yang terlempar keluar bus dan terjepit. ”Kalau dilihat di lokasi kejadian, yang terlempar 5 orang, terus meninggal. Dan, 2 korban terjepit, lalu meninggal dunia,” katanya. (dev/elo/lyn/c7/fal)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
