
Gerbang Tol Kalikangkung Semarang.
JawaPos.com–Korlantas Polri bersiap menyambut gelombang arus balik libur Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Rekayasa lalu lintas disiapkan Polri agar kemacetan di ruas jalan tol bisa terurai.
”Sesuai dengan jadwal, kita akan melakukan one way dari Km 414 di Kalikangkung sampai dengan Km 72 di Jakarta-Cikampek,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan kepada wartawan, Jumat (12/5).
Selain one way, Polri juga tetap melakukan contraflow dari Km 72 sampai Km 47. Contraflow tetap digunakan meskipun ada kecelakaan maut di Km 58 beberapa waktu lalu.
Aan mengatakan, penerapan contraflow sudah sesuai dengan standar internasional. Yakni memperhitungkan aspek V/C ratio lalu lintas. Jika V/C ratio sudah melebihi angka 0,80, contraflow sudah layak diberlakukan.
Jasa Marga memprediksi V/C ratio akan berada pada kisaran 0,96 persen. Bila tidak dilakukan rekayasa lalu lintas, V/C ratio meningkat menjadi 1,16. Oleh karena itu, contraflow mutlak diberlakukan.
Namun, kecelakaan maut beberapa waktu lalu itu, menjadikan Korlantas semakin waspada.
”Nanti ada beberapa perbaikan, terutama terkait dengan safety, keselamatan, kita akan memberikan reflektor, nanti dari arah contraflow maupun dari arah yang jalur seharusnya,” imbuh Aan.
Jarak antara cone pembatas pun akan ditingkatkan dari 20 meter menjadi 10 meter. ”Dan tiap 2,5 meter, ada yang dirapatkan setiap 2,5 meter, akan kita rapatkan untuk pembatas. Kemudian kita juga akan menempatkan petugas di setiap medan jalan, dari Jasa Marga maupun dari kepolisian,” jelas Aan.
Dia menuturkan, Polri juga akan menyiapkan safety car, Artinya akan dikawal mulai dari 72 sampai 47.
”Kita akan kawal dari 72 sampai 47 ya, setelah itu akan dikawal kembali. Ini untuk memelihara kecepatan di contraflow yang maksimal hanya 60 Km/jam saja ya, itu beberapa upaya yang kita lakukan. Kemudian untuk kendaraan penyelamatan derek dan sebagainya ini akan diperbanyak di ruas-ruas contraflow, sehingga kecepatan untuk menangani gangguan maupun kecelakaan di contraflow ini akan lebih cepat lagi,” ucap Aan.
Sebelumnya, kecelakaan adu banteng terjadi di lajur contraflow tol Jakarta-Cikampek, tepatnya KM 58. Kecelakaan itu melibatkan 3 kendaraan. Yakni Daihatsu Gran Max yang melaju dari arah Jakarta. Sedangkan dua kendaraan lain, Daihatsu Terios dan bus Primajasa.
”Jadi kecelakaan yang berakibat korban meninggal dunia dan 2 kendaraan terbakar yang melibatkan 3 kendaraan,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan, Senin (8/4).
”Korban dari bus yang terlibat ini ada 1 luka berat. Kemudian dari kendaraan Terios ada 1 luka ringan. Kemudian dari Gran Max nih kita ada 12 kantong mayat tadi ya yang kita bawa ke RSUD Karawang,” jelas Aan.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
