
SILATURAHMI POLITIK: Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketuma Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum PPP Mardiono memberikan keterangan setelah menghadiri acara S
JawaPos.com – Kans terbentuknya koalisi besar kian menguat. Sinyal itu ditunjukkan dengan pertemuan partai-partai dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
Bukan hanya itu, pertemuan tersebut bahkan diikuti Presiden Joko Widodo.
Pertemuan di kantor DPP PAN, Jakarta, itu dihadiri langsung oleh para ketua umum (Ketum). Yakni, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PPP Mardiono, dan tuan rumah Ketum PAN Zulkifli Hasan.
Ditemui seusai pertemuan, para Ketum belum memberikan kepastian tentang rencana pembentukan koalisi besar. Namun, semuanya tidak menyampaikan bantahan atas rencana tersebut.
Ketum Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan, pertemuan dua koalisi dengan presiden membahas komitmen kebangsaan. Tujuannya, menjamin kelangsungan pembangunan. Prabowo menyatakan, semua Ketum punya frekuensi yang sama. ”Ada kecocokan,” kata sosok yang juga menjabat menteri pertahanan tersebut.
Namun, Prabowo belum bisa membeberkan kecocokan pandangan itu akan diikat dalam koalisi besar atau tidak. Bagi dia, proses kans itu harus dilihat ke depan. ”Yang pasti akan intens,” ujarnya.
Ketum PAN Zulkifli Hasan menuturkan, pertemuan kemarin baru awal untuk mencari kesamaan komitmen. Bagi dia, hal itu penting untuk bersama-sama menghadapi tantangan global yang tidak mudah. Soal kans koalisi besar, Zulhas tidak menutup potensi tersebut. Dia menyebut, ke depan ada pertemuan lain. ”Tentu akan ada lanjutan, diskusi mengenai koalisi besar, capresnya bagaimana. Itu perjalanan. Ada waktunya,” tuturnya.
Ketum Golkar Airlangga Hartarto menerangkan, keberlanjutan pembangunan dan ide koalisi besar itu penting. Sebab, tantangan yang dihadapi juga besar. Airlangga menilai, KIB dan KKIR sangat mungkin bergabung. Apalagi, secara politik, semua partai berada di gerbong yang sama sebagai pendukung pemerintah. ”Gerbong inilah yang siap untuk melanjutkan program secara lebih cepat,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo memberikan sinyal dukungan. Dia menilai KIB dan KKIR cocok jika berjalan bersama. ”Cocok. Saya hanya bilang cocok. Terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai,” katanya.
Jokowi menegaskan, dirinya tidak ikut campur dalam urusan pilpres dengan segala koalisinya. Bagi dia, urusan usung mengusung calon merupakan kewenangan partai politik. Saat ini, lanjut Jokowi, dirinya memosisikan diri sebagai pihak yang memberi masukan, bukan menyampaikan perintah. Jika dimintai tanggapan, dia siap memberikan pendapatnya. ”Kalau gak ditanya, saya diem-diem aja,” ujarnya.
Karena itu, dia juga mengklarifikasi isu yang menyebut KIB berada di bawah instruksinya. Dia menegaskan, KIB terbentuk karena kesepakatan para ketua umum partai. ”(Kemudian) baru datang ke saya, ’Pak mohon restu ya’. Saya ditanya gitu-gitu itu, ya saya restui. Sebetulnya hanya-hanya gitu aja,” jelas Jokowi. Pola yang sama terjadi di KKIR yang digagas Gerindra dan PKB.
Pada bagian lain, meski pertemuan itu bertajuk silaturahmi pendukung pemerintah, PDIP justru absen. Hal tersebut memantik spekulasi renggangnya hubungan PDIP dan Jokowi. Namun, anggapan itu dibantah para Ketum. Selaku tuan rumah, Ketum PAN Zulhas membantah PDIP tidak dilibatkan. Bahkan, Zulhas menyebut, bukan hanya PDIP, Nasdem juga diundang. Hanya, Megawati maupun Surya Paloh sama-sama tidak dapat hadir. ”Bu Megawati dan Bang Surya Paloh ke luar negeri,” terangnya.
Dalam kesempatan selanjutnya, Zulhas menuturkan, bukan tidak mungkin keduanya akan hadir. ”Iya, proses kan masih panjang ya,” katanya.
Sebagaimana diketahui, PDIP merupakan satu-satunya partai yang bisa mengusung calon presiden (capres) tanpa berkoalisi. Sebab, perolehan kursi PDIP di DPR sudah melampaui presidential threshold 20 persen. (far/c14/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
