
MUSIBAH LAUT: Pencarian penumpang Kapal Dewi Jaya II yang hilang di perairan Kepulauan Selayar (12/3).
JawaPos.com – Tim gabungan masih mencari puluhan korban kapal penangkap ikan Dewi Jaya II yang karam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Dua belas orang telah ditemukan selamat, dua tewas, dan 21 korban lainnya masih dalam pencarian.
Berdasar data dari Kantor SAR Makassar, secara keseluruhan ada 35 orang yang onboard di atas Kapal Dewi Jaya II saat kecelakaan terjadi. Dia memastikan, tim SAR gabungan masih berusaha mencari puluhan korban yang hilang.
Menurut keterangan resmi Basarnas yang diterima Jawa Pos dan FAJAR kemarin (13/3), peristiwa karamnya kapal rute Muara Baru, Jakarta, tujuan Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu terjadi pada Sabtu (9/3) dini hari pekan lalu. Kapal terbalik sekitar 52 nautical mile dari Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.
”Sementara hingga hari ini (kemarin, Red) 21 orang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan,” ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Mexianus Bekabel.
Dia menyebutkan, kapal penangkap ikan itu terbalik saat menghadapi cuaca buruk di perairan Selayar. Informasi tersebut diketahui setelah ada dua orang yang ditemukan terdampar di Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin (11/3) lalu.
”Awalnya dua orang yang ditemukan terdampar. Satu meninggal dunia dan satu selamat,” jelasnya.
Pihaknya terus melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan yang telah dibentuk. Tim akan mencari korban dengan mengerahkan rigid buoyancy boat (RBB) menuju ke lokasi kejadian.
”Saat ini tim rescue dari Pos SAR Selayar telah berkoordinasi dengan aparat setempat dan membentuk posko gabungan untuk percepatan informasi,” jelas Mexianus.
Korban yang ditemukan pertama dalam keadaan selamat bernama Sun Hen, 57. Belakangan, diketahui dia ternyata kapten kapal tersebut.
Berdasar keterangannya kepada tim SAR gabungan, kapal yang dinakhodainya berangkat pada Minggu (3/3) sekitar pukul 16.00 WIB dari Pelabuhan Muara Baru. Tujuannya, menuju ke perairan Lombok untuk mencari ikan dan memasang rumpong. Kapal itu, kata Sun Hen, memiliki muatan batu, tali, daun kelapa, jaring, dan alat-alat pancing.
”Kapal tenggelam kira-kira tanggal 9 Maret 2024 sekitar jam 03.00 Wita dengan posisi pada saat kapal tenggelam di dalam satelit antara lintang 6.30.11.40,” ujar Sun Hen.
Menurut dia, kapal tenggelam akibat deraan angin barat laut yang cukup kencang. Ditambah hujan deras dan ombak sekitar 1,5 meter sampai 2 meter. (maj/syn/c19/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
