
Ilustrasi kurma. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendukung keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan kurma yang diproduksi Israel.
JawaPos.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendukung keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan kurma yang diproduksi Israel. Menurutnya, aksi boikot itu merupakan bentuk simpati terhadap rakyat Palestina atas kekejaman bangsa Israel.
Terlebih, konsumsi kurma bakal mengalami peningkatan selama memasuki bulan suci Ramadhan.
"Itulah yang bisa kita lakukan sebagai bentuk simpati terhadap rakyat Gaza," kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Hikmah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si kepada JawaPos.com, Senin (11/3).
Dadang menegaskan, aksi boikot terhadap produk-produk Israel merupakan sanksi yang perlu dilakukan. Ia menekankan, ada efeknya tidak itu merupakan bentuk simpati kepada rakyat Palestina.
"Soal ada efek atau tidak terhadap kekejaman lain persoalan, daripada kita tidak berbuat apa-apa," tegas Dadang.
Sebelumnya, MUI menyerukan seluruh umat Islam di Indonesia untuk memboikot produk dari perusahaan yang terafiliasi dengan Israel, termasuk kurma yang diproduksi Israel. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Internasional Sudarmoto menegaskan, kurma produksi Israel hukumnya haram.
"Jangan lagi menjual produk-produk Israel termasuk kurma. Kurma itu sebenarnya halal, enak, saya juga pecinta kurma. Halal zatnya, tapi jadi haram karena uang hasil penjualan itu untuk membunuhi warga Palestina," ucap Sudarmoto di kantor MUI, Jakarta, Minggu (10/3).
MUI pun mengingatkan masyarakat tidak membeli produk lainnya yang terafiliasi dengan Israel untuk kebutuhan di bulan Ramadhan. Imbauan itu juga sudah tercantum dalam Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Palestina.
"Fatwa MUI sudah terbit. Tadi itu mengingatkan kembali. Bahwa kita umat Islam dan masyarakat Indonesia yang peduli kemanusiaan, memboikot produk-produk Israel dan produk-produk perusahaan atau negara yang berafiliasi dengan Israel," papar Sudarmoto.
Ia mengingatkan untuk tidak membeli produk-produk pro Israel. Salah satunya, kurma yang juga terdapat sejumlah merek terafiliasi Israel.
"Produk-produk itu macam-macam, bisa makanan, minuman, dan lain-lain. Yang kemarin juga sudah diberitakan di media, Kurma. Kalau ada kurma Israel jangan dibeli," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
