ilustrasi bullying.
JawaPos.com–Kekerasan siswa terhadap siswa lain tidak mutlak berupa bullying. Polisi patut mencermati secara spesifik, mana bullying dan mana ragging. Pertanyaannya, seberapa akrab kita, lebih-lebih lembaga-lembaga negara dengan istilah ragging?
”Bullying diterjemahkan sebagai perundungan. Ragging, setahu saya, belum ada sinonim dalam bahasa Indonesia,” papar pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel.
Menurut dia, bullying dan ragging sama-sama kekerasan. Keduanya adalah perilaku tidak baik. Tapi jika seorang anak, siapa pun dia, sengaja mendekati geng yang dikenal urakan agar bisa bergabung, anak itu pun tahu bahwa setiap anggota baru akan dikenai perlakuan tak senonoh dan berbagai kekerasan.
”Lantas, bergabunglah anak itu ke dalam geng tersebut dan dia menjalani ritual atau seremoni kekerasan yang memang merupakan identitas atau budaya geng itu,” ujar Reza.
”Kalau kronologisnya sedemikian rupa, kekerasan yang menimpa anak tersebut tidak bisa serta-merta dikategorikan sebagai bullying. Itu ragging,” terang Reza.
Dalam bullying, Reza menjelaskan, dikotomi pelaku dan korban sangat jelas. Sedangkan dalam ragging, relasi antar anak tidak lagi hitam putih. Apalagi jika si anggota baru bertahan dalam geng tersebut, dia pun sesungguhnya bukan korban.
”Mindsetnya adalah dia secara sengaja melalui masa belajar untuk kelak menjadi pelaku kekerasan pula,” kata Reza.
Bahkan dia menambahkan, betapa pun si anggota baru babak belur, tetap saja awalnya bukan korban bullying. Kecuali andai saat dipukuli si anggota baru itu merasa sakit, tak sanggup bertahan, ingin berhenti, apalagi jika minta agar tak lagi digebuki, namun anggota-anggota lama terus menghujaninya dengan pukulan, pada saat itulah ragging berubah menjadi penganiayaan.
”Baik bullying maupun ragging, keduanya memang harus distop. Namun dengan mengidentifikasi secara akurat apakah kejadian yang polisi tangani sesungguhnya merupakan bullying atau ragging, proses penegakan hukum akan berjalan tepat sasaran. Pun masyarakat akan bisa menakar sebesar apa simpati perlu diberikan,” ucap Reza Indragiri Amriel.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
